Gunungkidul
Panen Perdana Musim Tanam III, Petani di Bejiharjo Hasilkan 7 Ton Padi
Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul ikut serta dalam proses panen padi di Pedukuhan Gelaran, Kalurahan Bejiharjo, Karangmojo pada Kamis (08/1
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul ikut serta dalam proses panen padi di Pedukuhan Gelaran, Kalurahan Bejiharjo, Karangmojo pada Kamis (08/10/2020) pagi.
Bupati Gunungkidul Badingah pun turut hadir di panen perdana musim tanam ketiga tahun ini. Secara simbolis, ia ikut memanen didampingi Kepala DPP Gunungkidul Bambang Wisnu Broto.
Sutarno selaku anggota Kelompok Tani (Poktan) Sari Bumi Gelaran menyampaikan pada musim tanam ketiga ini, hasil yang dipanen mencapai sekitar 7 ton per hektare.
"Luas lahan yang dipanen mencapai 42 hektare, dari sini para petani bisa mendapat keuntungan 30 persen," kata Tarno.
Ia juga mengungkapkan bahwa panen kali ini hasilnya jauh meningkat dibanding musim tanam pertama dan kedua.
Padahal musim tanam ketiga ini berlangsung saat masa kemarau.
• Menilik Simbol-simbol yang Muncul dalam Ramalan Cupu Panjolo di Gunungkidul, Apa Arti Tafsirnya?
Adapun padi yang dipanen kali ini terdiri dari 4 jenis, yaitu Inpari 7, Sunggal, Pepe, dan Ciherang. Tarno mengatakan hasil panen paling menonjol berasal dari jenis Pepe.
"Hasil panen kebanyakan untuk konsumsi sendiri. Total ada 39 petani dalam Poktan Sari Bumi," ungkapnya.
Bambang mengatakan lahan milik Poktan Sari Bumi ini termasuk sisa pertanaman padi yang masih ditanam. Secara keseluruhan, ada lahan seluas 406 hektare yang masih melakukan penanaman ini.
Kendati begitu, ia menyebut Bejiharjo menjadi salah satu wilayah yang mampu melaksanakan panen hingga 3 kali dalam setahun. Wilayah lainnya antara lain Ponjong, Semin, dan Patuk.
"Panen 3 kali setahun ini rutin dilakukan di wilayah tersebut," ujar Bambang.
• Masa Kampanye, Pemkab Gunungkidul Minta Protokol Kesehatan Dipatuhi
Berkaitan dengan hasil memuaskan ini, Badingah mengimbau agar para petani mempertahankan dan sekaligus meningkatkan kinerja tersebut.
Sebab para petani dianggap turut mendukung ketahanan pangan Gunungkidul dan DIY.
Badingah pun menjamin kebutuhan hingga masukan petani tetap jadi perhatian.
Sebab program peningkatan produksi pertanian sudah jadi prioritas utama pemerintahannya.
"Mengembangkan pertanian ini sangat penting juga untuk kesejahteraan petani," kata Badingah.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/musim-tanam-ketiga-di-pedukuhan-gelaran-kalurahan-bejiharjo.jpg)