Breaking News:

Kantor Staf Presiden Menyebut Aksi Mogok dapat Memperburuk Perekonomian

Aksi mogok nasional yang dilakukan para buruh dalam memprotes Undang-undang (UU) Cipta Kerja dapat memperburuk perekonomian

SURYA.CO.ID/Febrianto Ramadani
Ilustrasi demo buruh 

TRIBUNJOGJA.COM -- Aksi mogok nasional yang dilakukan para buruh dalam memprotes Undang-undang (UU) Cipta Kerja dapat memperburuk perekonomian. Sebab, aksi mogok tersebut dilakukan di tengah pandemi Covid-19 saat perekonomian Indonesia tumbuh negatif.

"Mogok kerja dalam pandemi ini juga sesuatu yang akan mengakibatkan perekonomian kita semakin memburuk, kita sekarang sedang recovery dan sedang berusaha untuk bangkit," kata Donny Gahral Adian, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), seperti dilansir Kontan, Kamis (8/10/2020).

"Ya saya kira semua pihak harus mendukung upaya pemerintah dalam mengembalikan perekonomian kita menjadi normal kembali," lanjutnya.

Donny mengingatkan, demonstrasi bisa memunculkan kerumunan yang dapat menjadi medium penularan Covid-19. Karena itu, demonstrasi bisa menjadi klaster penularan Covid-19.

Donny menyarankan sebaiknya para buruh menyampaikan protesnya secara konstitusional dengan menggugat UU Cipta Kerja ke Mahkamah Konstitusi (MK). "Ingat ada protokol kesehatan ya kerumunnan bisa menciptakan klaster baru dan akan merugikan buruh sendiri," katanya.

"Jadi saya kira kita harus bijak, kalau memang ada keberatan, sampaikan lewat jalur konstitusional, demo itu menjadi satu alternatif terakhir," lanjut Donny. (*)

Editor: Victor Mahrizal
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved