Penanganan Covid
5 SMP di Klaten Diizinkan Uji Coba Belajar Tatap Muka pada 9 Oktober 2020
Jumat (9/10/2020) mendatang sebagai hari perdana diselenggarakannya uji coba proses belajar tatap muka terbatas di daerah itu.
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Teka-teki mengenai uji coba proses belajar tatap muka terbatas di sekolah-sekolah di Kabupaten Klaten akhirnya terjawab sudah.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten, melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten menjadwalkan, Jumat (9/10/2020) mendatang sebagai hari perdana diselenggarakannya uji coba proses belajar tatap muka terbatas di daerah itu.
Kepastian itu diketahui setelah Pemkab Klaten menggelar rapat koordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Klaten, Selasa (6/10/2020) malam.
"Setelah menggelar rapat koordinasi dengan forkopimda, Pemkab Klaten mengizinkan uji coba sekolah tatap muka terbatas digelar pada Jumat 9 Oktober 2020," ujar Kepala Disdik Klaten, Wardani Sugiyanto pada Tribunjogja.com, Rabu (7/10/2020).
• Update Corona di Klaten Senin 5 Oktober 2020, Terdapat 11 Positif Baru, 3 Sembuh
Meski begitu, Wardani menegaskan jika izin untuk menggelar uji coba proses belajar tatap muka terbatas di sekolah tersebut baru diberikan kepada lima Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Adapun lima sekolah yang mendapat lampu hijau untuk menggelar uji coba proses belajar tatap muka terbatas di sekolah yakni, SMPN 2 Klaten, SMPN 1 Gantiwarno, SMPN 2 Kemalang, SMPN 1 Kebonarum dan SMPN 1 Karangdowo.
"Untuk teknis belajar tatap muka terbatas, yakni proses belajar mengajar hanya berlangsung selama 4 jam saja. Lalu hanya ada 10 siswa perkelas," ucapnya.
Ia menyebut, proses belajar tatap muka terbatas itu akan berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.
Selain itu, pada uji coba ini, siswa-siswi di sekolah yang diizinkan menggelar belajar tatap muka ini juga hanya menjalani proses belajar mengajar selama dua kali dalam seminggu.
• Pjs Bupati Dorong Pejabat di Klaten Jadi Agen Protokol Kesehatan Covid-19
"Untuk sementara siswa sekolah dua kali dalam seminggu. Nanti mulai dari kedatangan siswa, saat belajar hingga kepulangan siswa akan diatur sedemikian rupa agar aman," paparnya.
Untuk pekan pertama sekolah, kata Wardani, semua siswa akan mendapatkan materi pelatihan protokoler kesehatan Covid-19.
"Nanti kita harap jika lima sekolah ini berjalan lancar, nantinya juga akan ada perluasan sekolah lainnya yang bisa melaksanakan proses belajar tatap muka," harapnya.
Kendati demikian, Wardani juga menegaskan jika seandainya saat uji coba proses belajar tatap muka terdapat gangguan, bukan tidak mungkin proses uji coba pembelajaran di sekolah akan dihentikan.
"Kita akan lakukan evaluasi setiap minggu. Harapannya semua lancar dan sekolah lain juga dikasih izin," tandasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)
Catatan Redaksi: Bersama kita lawan virus corona. Tribunjogja.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu 3M:
- Wajib memakai masker
- Wajib menjaga jarak dan menghindari kerumunan
- Wajib mencuci tangan dengan sabun