HUT ke 264 jadi Titik Balik Sejarah Babat Alas Kota Yogyakarta

Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Yogyakarta ke 264 menjadi titik balik Kota Yogyakarta dalam perkembangan selama ini.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Yogyakarta ke 264 menjadi titik balik Kota Yogyakarta dalam perkembangan selama ini.

Hal itu pun diyakini oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi dalam wawancara, Selasa (6/10/2020).

Ia mengatakan, penetapan tanggal 7 Oktober kali ini menyesuaikan pembangunan Keraton baru di mana raja Sri Sultan Hamengku Buwono I saat itu membutuhkan ibu kota Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat.

Singkat cerita, raja Ngayogyakarta ini memerintahkan untuk babad alas atau pembukaan hutan, yang saat itu disebut hutan Beringin di mana terdapat desa kecil bernama Pacethokan, serta terdapat pesangrahan yang diberi nama Garjitowati.

"Rakyat saat itu kan diminta untuk babad alas Beringin untuk dijadikan Ibu Kota," katanya, kepada Tribunjogja.com.

Sebelumnya Sri Sultan Hamengku Buwono I tinggal untuk sementara di pesangrahan Ambarketawang, Gamping, Sleman.

Setahun setelah babad alas itu selesai, dan Keraton siap di tempati untuk singgah keluarga raja, saat itu pula dijadikan hari lahir Kota Yogyakarta, pada 7 Oktober 1756.

"Kalau dulu rakyat babat alas untuk membangun ibu kota, sekarang ini bersama-sama babat alas untuk Tumapak Ing Jaman Anyar. Makanya kami pilih tema itu karena ini sama halnya dengan babad alas," imbuh Heroe.

Jogja Cross Culture Awali Rangkaian Agenda HUT Kota Yogyakarta ke-264

Sambut HUT Kota Yogyakarta, JNE Gratiskan Ongkir untuk Pengiriman dalam Kota

Susunan Acara Rangkaian HUT Kota Yogyakarta

Ia melanjutkan, tugas pemerintah saat ini adalah membuka pikiran baru, atau babat alas untuk kenormalan baru.

Heroe menegaskan pemerintah maupun masyarakat tetap mengantisipasi perkembangan-perkembangan baru dari perubahan zaman kali ini.

Namun demikian, Heroe optimis masyarakat Yogyakarta mampu melewati pandemi Covid-19 kali ini dengan baik.

"Eksistensi Jogja itu tetap ada. Dulu Jogja dibangun tidak ada apa-apanya hingga ada sesuatu hal baru. Sekarang kami semua di tengah pandemi, saya yakin masyarakat bisa melewati kondisi saat ini dengan baik," urainya.

Ia menyadari pandemi membuat terjadinya penurunan kualitas kesehatan, ekonomi, hingg sosial di Kota Yogyakarta.

Namun demikian, di HUT Kota Yogyakarta ke 264 saat ini dirinya mengajak agar masyarakat Yogyakarta tetap semangat dan terus melakukan kreatifitas dengan landasan kebudayaan dan kesenian.

"Kami berharap ada semangat babat alas dari masyarakat terus ada untuk penghidupan baru. Agar kondisi ekonomi, sosial, dan kesehatan di tengah pandemi ini tetap tumbuh," tutur Heroe. (Tribunjogja/Miftahul Huda)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved