Update Corona di Klaten
Uji Coba Belajar Tatap Muka di Klaten Urung Digelar, Ini Alasannya
Proses uji coba belajar tatap muka terbatas di Kabupaten Klaten urung dilaksanakan karena masih merebaknya penyebaran Covid-19 di daerah itu.
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Proses uji coba belajar tatap muka terbatas di Kabupaten Klaten urung dilaksanakan karena masih merebaknya penyebaran Covid-19 di daerah itu.
Sejatinya, awal pekan ini, Senin (5/10/2020) menjadi hari pertama uji coba proses belajar tatap muka terbatas di lima Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Klaten.
Adapun 5 sekolah yang direncanakan sebagai sekolah ujicoba proses belajar tatap muka terbatas ini yakni, SMPN 2 Klaten, SMPN 1 Kebonarum, SMPN 1 Gantiwarno, SMPN 1 Karangdowo dan SMPN 1 Kemalang.
Sebelumnya, lima sekolah ini dipersiapkan karena dinilai berada di zona aman dan telah siap secara sarana dan prasarana untuk menggelar proses belajar tatap muka terbatas.
• Update Corona di Klaten, Jumat 2 Oktober 2020, 21 Pasien Sembuh, 13 Positif Baru
"Prioritas kita adalah kesehatan ya, jadi kita sudah evaluasi (pembelajaran) daring juga. Memang saya tahu orang tua sudah mulai jenuh terus anak-anak juga begitu, nah kita sebenarnya juga pengen untuk tatap muka tapi lagi-lagi, pertimbangan aspek kesehatan jauh lebih penting," ujar Pejabat sementara (Pjs) Bupati Klaten, Sujarwanto Dwiatmoko pada awak media, Senin (5/10/2020).
Menurutnya, pihaknya saat ini juga sedang menunggu kebijakan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah terkait informasi terkini mengenai proses belajar tatap muka di daerah.
"Kita juga menunggu kebijakan pemerintah di atas ya, jadi SMA pun pak gubernur juga sudah saya tanyakan dan masih dalam pertimbangan juga," imbuhnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten, Wardani Sugiyanto, mengatakan jika pihaknya sudah mempersiapkan secara matang mengenai uji coba proses belajar tatap muka terbatas tersebut.
"Sebenarnya kami telah mempersiapkan 1 bulan yang lalu untuk uji coba tatap muka terhadap 5 sekolah di SMP termasuk SMP 2 Klaten ini dan SMP lainnya yang berada di wilayah aman, tapi belum bisa kita laksanakan ujicoba ini," ujar ditemui di SMPN 2 Klaten, Senin (5/10/2020).
• Ciptakan Keran Air Otomatis, Bian dan Hazel Siswa SMPN 2 Klaten Ingin Bantu Cegah Covid-19
Menurutnya, persiapan yang dilakukan pihaknya mulai dari jumlah murid yang ada di dalam kelas, protokol kesehatan selama berada di sekolah hingga proses kedatangan dan kepulangan siswa setiap harinya.
Ia merinci, uji coba proses belajar tatap muka terhadap 5 SMP di Klaten itu rencananya, bukan hanya uji coba pembelajaran melainkan juga uji coba tatap muka dengan waktu yang hanya 2 jam saja.
"Setiap kelasnya nanti hanya ada 10 siswa saja. Untuk pelatihan guru juga sudah kita lakukan. Kemudian pelatihan dan sosialisasi bagi orang tua juga sudah kita lakukan bagaimana mereka menyiapkan anak," imbuhnya.
Namun, setelah dilaksanakan rapat koordinasi, proses belajar tatap muka terbatas tersebut belum bisa untuk dilaksanakan pada pekan perdana di bulan Oktober 2020 ini.
"Kami mempersiapkan karena kondisi (penyebaran Covid-19) sudah mulai menurun dan kami sudah konsultasi," katanya. (TRIBUNJOGJA.COM)