TRIBUNJOGJAWIKI
TRIBUNJOGJAWIKI : Taman Wijaya Brata
Taman Wijaya Brata merupakan tempat dimakamkannya Ki Hajar Dewantara beserta istrinya, Nyi Hajar Dewantara.
Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho | Editor: Gaya Lufityanti
Untuk menggambarkan bahwa makam Ki Hajar Dewantara dapat dicapai dari segala arah, batur makam diberi lima tangga.
Kelima tangga tersebut terletak di sisi selatan dua tangga, sisi barat dan timur satu tangga dan sisi utara satu tangga yang dibuat hanya simbolis saja. Kelima tangga tersebut melambangkan Pancasila dan Pancadarma.
Jirat makam berbentuk persegi panjang, pada bagian atas terdapat nisan berupa lambang Tamansiswa, yaitu Cakra Garuda di sisi utara dan Cakra Kembang di sisi selatan.
Batu andesit untuk nisan Ki Hajar Dewantara dan Nyi Hajar Dewantara diambil dari bukit di desa Brejo, Godean, Sleman.
Bahan jenis batunya padat dan masif, berwarna hijau muda, tidak mudah “gempil” bila dipahat.
Di Taman Wijaya Brata terdapat relief perjuangan Ki Hajar Dewantara pada masa lampau dan pakeliran dinding batur yang terdapat di sebelah utara batur atau melatarbelakangi makam Ki Hajar Dewantara dan Nyi Hajar Dewantara.
Pakeliran tersebut disebut Wukir Pancadharmayang merupakan perwujudan dari ide Ki Sindhusisworo dan sebagai desainernya ialah Ki Suratman, Ketua Umum Majelis Luhur Tamansiswa.
Relief pada pakeliran menggambarkan pandangan hidup Tamansiswa dengan sistem Pendidikan Nasional, sebagai berikut:
Lahirnya Tamansiswa adalah 3 Juli 1922, atau disingkat 3722. Angka tersebut dilambangkan dengan relief gunung yang berbobot 7 dan tiga gunung melambangkan 3, jadi tiga gunung dan bobot gunung menjadi 37. Sayap wataknya 2, dua sayap melambangkan 2, menjadi secara keseluruhan 3722.
Dasar ciri khas Tamansiswa Pancadharma yang masing-masing digambarkan dengan lambang, yaitu Kodrat alam dengan lambang matahari, kemerdekaan dengan lambang sayap Garuda, kebudayaan dengan lambang pohon teratai, kebangsaan dengan lambang pohon besar dan kemanusiaan dengan lambang tirta (air).
Sistem pendidikan Tamansiswa adalah sistem among yang berjiwa kekeluargaan (pendapa) dan berlandaskan kodrat alam (matahari) dan kemerdekaan (sayap Garuda).
Pada bagian sisi selatan terdapat tempat untuk meletakkan karangan bunga berbentuk Kelir Pewayangan yang menggambarkan pergelaran hidup kemasyarakatan dari cita-cita Ki Hajar Dewantara bertuliskan Tut Wuri Handayani.
Keliling dari dinding batur terdapat relief berjumlah dua puluh dua yang menggambarkan perjalanan hidup dan perjuangan Ki Hajar Dewantara dimulai sejak kanak-kanak hingga wafat. Relief tersebut dibaca dengan cara mengelilingi batur searah jarum jam.
Atas pesan Ki Hajar Dewantara dan Nyi Hajar Dewantara juga, bahwa disamping makam keduanya tersedia makam untuk putra dan putrinya, yaitu Ni Asti Wandansari (putri sulung) terletak di samping kanan dan Mas Syailendra Wijaya (putra bungsu) di samping kiri.
Taman Wijaya Brata dipagari dengan tembok keliling. Pintu gerbang makam ada di sisi timur. Pada bagian atas terdapat hiasan lambang Taman Siswa, yaitu stilirisasi burung terbang dengan sayap terentang penuh menukik ke bawah. Pada ujung kepala burung terdapat tulisan Taman Wijaya Brata.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/tribunjogjawiki-taman-wijaya-brata.jpg)