Tips Menjaga Kesehatan Jantung di Tengah Pandemi COVID-19
kondisi pandemi yang membuat pemerintah melakukan berbagai pembatasan bagi warganya juga memiliki pengaruh tersendiri terhadap kesehatan jantung.
Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Rina Eviana
Tribunjogja.com - Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RSA UGM dr. Firman Fauzan Arief L., Sp.JP mengatakan ada keterkaitan antara COVID-19 dengan kesehatan sistem kardiovaskuler manusia.
Sebab kata dia, hal itu dapat menyumbat 90 persen diameter pembuluh darah sehingga infeksi COVID-19 dapat memperparah serangan jantung koroner.
Selain itu, Firman juga menyebut COVID-19 juga dapat mengakibatkan gumpalan di pembuluh darah yang dapat menyumbat di paru-paru.
"Bagi orang yang memiliki riwayat merokok, apalagi disertai Covid-19 maka akan memperparah serangan jantung coroner dan risiko kematiannya akan berlipat ganda,” kata dia seperti dikutip dari keterangan tertulisnya.
Sementara itu, Ahli Gizi RSA UGM Okta Haksaica Sulistiyo, S.Gz., menambahkan, kondisi pandemi yang membuat pemerintah melakukan berbagai pembatasan bagi warganya juga memiliki pengaruh tersendiri terhadap kesehatan jantung.
Hal itu karena adanya pembatasan ini menyebabkan perubahan aktivitas fisik dan pola makan.
Perubahan-perubahan tersebut dapat memengaruhi kesehatan, termasuk meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler.
Okta menyebut akibat pandemi ini masyarakat cenderung membeli makanan kemasan yang tahan lama.
Hal itu akhirnya mengakibatkan penambahan berat badan dan pengurangan asupan anti oksidan.
“Pengurangan anti oksidan menyebabkan meningkatnya stres oksidatif yang meningkakan pula risiko hipertensi dan penyakit jantung lainnya,” terangnya.
• 5 Penyebab Sesak Napas Selain Gangguan Jantung dan Paru-paru
Untuk mengatasi hal tersebut, Okta menganjurkan beberapa diet sebagai langkah preventif penyakit kardiovaskuler.
Seperti diet rendah lemak, diet rendah karbohidrat, diet Mediterranean, dan dietary approaches to stop hypertension (DASH).
“Paling disarankan adalah DASH dan Mediterranean karena keduanya adalah vaskuler protektif,” kata dia.
Adapun jenis makanan yang baik untuk dikonsumsi ketika pandemi ini adalah yang kaya antioksidan, rendah natrium (tingkat pengolahan rendah), kacang-kacangan, biji-bijian, buah, sayur, serta sumber protein seperti ikan dan seafood.
Ia juga menyarankan agar mengurangi konsumsi daging merah tanpa lemak.
“Penderita penyakit jantung tidak hanya para orang tua. Bahkan, mereka yang berusia kurang dari 30 tahun juga berisiko terkena. Apalagi dalam kondisi pandemi semacam ini. Dengan pola makan tepat dapat menjaga agar jantung sehat,” ujarnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/cara-mudah-deteksi-penyakit-jantung.jpg)