Update Corona di DI Yogyakarta
Pasien Covid-19 di Bantul yang Meninggal, Paling Banyak Punya Penyakit Diabetes
Angka kematian pasien, secara kuantitas (quantity), akibat Coronavirus Disease 2019 atau (Covid-19) di Kabupaten Bantul cukup tinggi.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Angka kematian pasien, secara kuantitas (quantity), akibat Coronavirus Disease 2019 atau (Covid-19) di Kabupaten Bantul cukup tinggi.
Jumlah kematian masih didominasi oleh pasien yang memiliki penyakit penyerta atau Komorbid.
Paling banyak adalah penyakit Diabetes Miletus.
Juru Bicara Percepatan Penanganan Penularan Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso mengatakan, apabila bicara secara kuantitas, angka kematian covid19 di Kabupaten Bantul memang cukup tinggi.
Akan tetapi secara fatality rate atau tingkat fatalitas masih cukup rendah dibanding daerah lain.
• Inilah Jumlah Pasien Covid-19 di Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, Sleman hingga Bantul
Yaitu, berada di kisaran 2,8 persen.
Hingga Rabu (30/9/2020) siang, jumlah pasien terkonfirmasi positif di Bantul mencapai 730 orang.
Dari jumlah tersebut, 620 sudah sembuh dan 91 isolasi.
Sementara 20 orang lainnya meninggal dunia.
Dari jumlah pasien yang meninggal, dijelaskan dia, tanpa diketahui Komorbidnya berjumlah 7 orang.
Sementara 13 orang lainnya, meninggal dengan Komorbid.
"Paling banyak (Komorbid) DM, diabetes mellitus," kata Sri Wahyu Joko Santoso atau biasa disapa dokter Oki.
Ia tidak menyebut secara pasti berapa jumlah yang meninggal dengan Komorbid DM.
Namun, menurutnya, paling tinggi dibanding penyakit lain, namun tidak sampai 50 persen.
Angka Kematian secara kuantitas cukup tinggi, Oki meminta, masyarakat agar selalu mematuhi disiplin protokol kesehatan di masa adaptasi kebiasaan baru.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-bantul_20180731_185700.jpg)