Bantul
Mantan Karyawan Percetakan Ini Sukses Olah Bunga Telang Jadi Produk Ekonomis
Berbekal pengetahuan tentang produk herbal dan belajar dari Internet, bersama istrinya, Wiwit Nur Arista, pada bulan Mei mendirikan kedai herbal 'Ash
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) menggerus, bahkan memutus sumber nafkah banyak orang.
Satu diantaranya dirasakan oleh Danang Ari Krisnadi, 27, warga Sirat RT 03, Desa Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul.
Pada akhir Maret lalu, ia dipecat dari kerjaan sebagai karyawan percetakan dengan dalih pengurangan.
Kenyataan itu membuat dirinya harus memutar otak, bagaimana caranya bangkit agar dapat menyelamatkan ekonomi keluarga.
Gayung bersambut.
Berbekal pengetahuan tentang produk herbal dan belajar dari Internet, bersama istrinya, Wiwit Nur Arista, pada bulan Mei mendirikan kedai herbal 'Ash Shikhah'.
Mereka mengolah bunga Telang menjadi aneka macam produk bernilai ekonomis.
• Memetik Manisnya Anggur Ukraina di Bantul, Danang Sukses Kembangkan 40 Anggur Impor
Mulai dari teh tubruk dan celup, sirup, hand shop, shampoo, body wash, hingga sabun batang.
Semuanya dikemas rapi.
"Pertama coba mengolah adalah teh tubruk, pada akhir Maret. Kemudian merambah ke produk lainnya," kata dia, ditemui, Rabu (30/9/2020).
Danang menceritakan, sebelum mulai usaha, awalnya ia sempat diminta menyetorkan bunga telang kering ke pengepul dengan harga Rp150.000 perkilogram.
Setelah diberhentikan dari pekerjaan dan waktunya di rumah lebih banyak, ia mencari tahu dari internet mengenai manfaat bunga dengan nama ilmiah clitoria ternatea itu.
Setelah cari tahunya dirasa cukup, ia akhirnya memiliki ide dan mencoba untuk berkreasi dengan cara membuat berbagai macam produk dari olahan bahan baku bunga telang, salah satunya teh bunga telang.
Bunga berwarna biru cerah itu, ternyata bisa dibuat teh dalam kondisi basah maupun kering.
Sukses diolahan teh kemudian mengkreasikan olahan lainnya.
Hingga saat ini sudah ada 7 produk.
Pangsa pasar yang cukup luas membuat dirinya semakin yakin.
Danang mengatakan, saat ini produknya sudah dikirim ke pelbagai daerah.
Di antaranya Kalimantan, Sumatera, Banten, Cirebon serta beberapa daerah di Jawa Tengah dan DIY. Ia mengungkapkan sebenarnya ada juga permintaan dari luar negeri seperti Bangladesh.
• Rahasia Diet Christopher Huerta, Sukses Turunkan Berat Badan 77 Kg Terinspirasi Kobe Bryant
"Cuma kami masih terkendala dalam proses perizinan," katanya.
Untuk memproduksi olahan bunga Telang, Danang dan istrinya, dibantu oleh enam orang.
Mereka berasal dari keluarga sendiri.
Bisnis ini menurutnya sangat menjanjikan.
Semakin banyak produk yang dibuat, membutuhkan bahan baku yang banyak.
Danang harus mencari cara.
Selain ditanam didepan halaman depan rumah, ia juga akhirnya menanam Bunga Telang di area persawahan.
Bahkan, ia juga mengolah pembibitan bunga Telang.
Bibit tersebut diberikan kepada warga yang mau ikut menanam.
Saatnya nanti panen, bunga tersebut akan dibeli untuk diolah agar dapat memberdayakan warga setempat sekaligus memenuhi permintaan pasar.
Harga bunga Telang cukup menjanjikan, satu kilogram kering bisa mencapai Rp 500.000.
Sementara produk olahan dijual dengan harga bervariasi.
Untuk teh telang dijual dengan harga Rp 5.000 sampai Rp 25.000. sabun body wash Rp 12.000, shampoo Rp 10.000, hand shop Rp 12.000 - Rp 15.000 dan sabun batang Rp 5.000,.
Menurut Wiwit, istri Danang, olahan bunga Telang memiliki banyak manfaat.
Di antaranya, dapat meningkatkan imun tubuh, menurunkan kolesterol dan gula darah, dapat mengobati asam urat dan keluhan mata.
"Bisa juga untuk pewarna rambut alami," kata dia. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/bunga-telang-sedang-dijemur-sebelum-diolah-menjadi-aneka-produk-ekonomis.jpg)