Update Corona di DI Yogyakarta

Dinsos Sleman Berikan Bantuan Logistik untuk Keluarga Terpapar COVID-19

Dengan adanya bantuan logistik tersebut, diharapkan keluarga terpapar COVID-19 bisa menjalani karantina mandiri di rumah.

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma Wardhani
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Eko Suhargono memberikan keterangan pada wartawan, Selasa (29/09/2020) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dinas Sosial Kabupaten Sleman memberikan jaminan hidup (jadup) pada keluarga pasien positif COVID-19.

Jaminan hidup tersebut berupa bantuan bahan pokok. 

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Eko Suhargono mengatakan Jadup tersebut diberikan kepada keluarga pasien COVID-19 selama 14 hari.

Dengan adanya bantuan logistik tersebut, diharapkan keluarga terpapar COVID-19 bisa menjalani karantina mandiri di rumah.

Pemkab Sleman Berikan Jaminan Sosial pada 225 Penyandang Disabilitas Berat

"Kalau ada satu anggota keluarga yang positif COVID-19, anggota keluarga lainnya kan diminta karantina mandiri. Jadi kami berikan bantuan berupa bahan pokok, sehingga tidak perlu pergi-pergi," katanya kepada wartawan, Selasa (29/09/2020).

Ia melanjutkan, data penerima bantuan tersebut disampaikan oleh pemerintah desa setempat.

Sebab pemerintah desa lebih tahu kondisi keluarga tersebut, satu di antaranya jumlah keluarga.

Bantuan logistik tersebut nantinya disesuaikan oleh jumlah anggota keluarga.

"Bantuan macam-macam, ada beras, minyak goreng, gula, teh, kecap, dan lain-lain. Ya kebutuhan selama karantina. Misalnya beras satu orang 4 ons, kalau tiga orang yang karantina jadi 1,2 kilogram. Jadi jumlahnya beda-beda, tergantung jumlah anggota keluarga yang terpapar COVID-19,"lanjutnya.

Pemkab Sleman Bakal Bangun TMF di Exit Tol

Selain memberikan logistik pada anggota keluarga yang terpapar COVID-19, Dinsos Kabupaten Sleman juga menanggung kebutuhan gizi pasien positif asimtomatik di fasilitas kesehatan darurat. 

"Kebutuhan yang di shelter juga. Kami anggarkan sekitar Rp20.000 untuk satu kali makan. Kan kebutuhan gizi juga harus dipenuhi, buah, sayur, kadang juga kami siapkan jus,"sambungnya.

Pihaknya juga memiliki anggaran untuk COVID-19.

Secara keseluruhan, pihaknya menyiapkan anggaran Rp51 Miliar.

Sedangkan untuk kebutuhan logistik pasien COVID-19 dan keluarga, pihaknya memiliki anggaran sekitar Rp21 Miliar. (TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved