Wabah Virus Corona

Prediksi Pakar UGM Kapan Pandemi COVID-19 Akan Berakhir

Sedangkan angka penularan sat ini (Rt) masih diatas 1 yakni bernilai 1.07 pada tanggal 23 September 2020.

Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Rina Eviana
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Petugas kesehatan menggunakan alat pelindung diri saat tiba di pos pemeriksaan IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2020). Gubernur Anies Baswedan pada Sabtu pekan lalu mengatakan saat ini pasien terpapar Covid-19 dengan status Orang Tanpa Gejala atau OTG akan dirawat di RSD Wisma Atlet, sebanyak 1.740 pasien Covid-19 yang dirawat inap hingga Rabu, 16 September 2020. 

Tribunjogja.com - Guru Besar Statistika UGM, Prof. Dr. rer.nat. Dedi Rosadi, S.Si., MSc., menyampaikan prediksi tren terbaru kasus terkonfirmasi COVID-19, baik untuk prediksi tren jangka pendek maupun tren jangka panjang.

Ia mengatakan akhir pandemi sangat bergantung pada upaya pemerintah dalam mengendalilkan laju penyebaran COVID-19.

"Berdasarkan tracking data terakhir dan menggunakan berbagai pendekatan pemodelan data-driven (berbasis pergerakan data), terdapat kenaikan nilai proyeksi kasus positif diakhir pandemi yang cukup signifikan dibanding rilis terakhir di akhir Juli 2020 yang lalu," ujarnya  seperti dikutip dari kleterangan tertulisnya.

Petugas Dokpol Polresta Yogyakarta melakukan simulasi penanganan pasien terindikasi Covid-19 di lingkungan kampus dalam pencanangan kampus tangguh Covid-19 di UST Yogyakarta, Selasa (22/9/2020).
Petugas Dokpol Polresta Yogyakarta melakukan simulasi penanganan pasien terindikasi Covid-19 di lingkungan kampus dalam pencanangan kampus tangguh Covid-19 di UST Yogyakarta, Selasa (22/9/2020). (TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon Pinsker)

Prediksi paling optimis diperoleh dengan menggunakan model hybrid kompartemen SIR-Regresi-runtun-waktu diperkirakan pandemi akan berakhir di pertengahan Februari 2021 dengan total kasus positif minimal 322 ribu penderita.

Sementara secara terpisah diperoleh dengan model Probabilistic Data Driven Model (PDDM) COVID-19 Indonesia yang disusun oleh Dedi Rosadi bersama Alumni FMIPA UGM, Drs. Joko Kristadi, MSi. dan Dr. Fidelis Diponegoro, S.Si., MM., diperoleh pandemi akan berpuncak di pertengahan November sampai awal Desember dan berakhir di akhir Mei 2021 dengan estimasi total kasus positif disekitar 700 ribu penderita.

Sedangkan dengan tim lainnya, Dedi Rosadi melakukan kajian dengan pendekatan model kurva Richard dan kurva pertumbuhan logistik, yang menunjukkan proyeksi akhir pandemi berada diantara April 2021 sampai dengan awal 2022 dengan range prediksi total penderita yang sangat mirip dengan hasil model SIR-Regresi dan PDDM diatas.

Lebih lanjut, dari pantauan kurva insidensi harian penderita terlihat bahwa penambahan jumlah pasien harian belum mencapai puncaknya sampai sekarang. 

Panduan, Anjuran dan Pantangan untuk Ibu Hamil Selama Pandemi COVID-19

Sedangkan angka penularan sat ini (Rt) masih diatas 1 yakni bernilai 1.07 pada tanggal 23 September 2020.

Namun demikian dengan model SIR-Regresi-runtun-waktu dapat disimpulkan terjadi sedikit peningkatan laju infeksi penyebaran penyakit yang dibarengi dengan peningkatan yang cukup tinggi terhadap laju kesembuhan pasien.

Berdasarkan prediksi tersebut Dedi Rosadi menyampaikan sejumlah catatan penting yang patut menjadi perhatian bersama pada saat ini.

Pertama, perlunya dilakukan pengendalian penyebaran Covid-19 secara optimal dengan menggencarkan 3T yakni tracing, testing, dan treatment di episentrum utama Indonesia yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, dan Sulawesi Selatan. 

Demikian pula di provinsi lain perlu juga dilakukan pengendalian penyebaran secara lebih optimal dengan lebih menggencarkan gerakan 3T.

“Secara nasional dalam jangka waktu dekat juga penting untuk dipantau secara seksama kemungkinan kemunculan klaster Pilkada yang muncul karena mobilitas penduduk mendukung proses kegiatan ini baik sebelum hari H maupun pada hari H kegiatan Pilkada,” katanya.

Warga melintas di depan mural bertemakan Covid-19 di kawasan Bukit Duri, Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2020). Berdasarkan data pemerintah hingga pukul 12.00 WIB, Kamis (27/8/2020), diketahui total kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 162.884 orang sejak kasus pertama diumumkan pada 2 Maret 2020.
Warga melintas di depan mural bertemakan Covid-19 di kawasan Bukit Duri, Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2020). Berdasarkan data pemerintah hingga pukul 12.00 WIB, Kamis (27/8/2020), diketahui total kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 162.884 orang sejak kasus pertama diumumkan pada 2 Maret 2020. (KOMPAScom/KRISTIANTO PURNOMO)

Selanjutnya, perlunya meningkatkan kewaspadaan adanya penularan lokal di beberapa wilayah provinsi atau kabupaten yang menjadi episentrum penyebaran COVID-19.

Hal itu penting dilakukan mengingat angka perhitungan Rt (angka reproduksi/angka penularan) COVID-19Indonesia dalam beberapa hari terakhir masih disekitar 1.07.

Di Depan Sidang Umum PBB, Presiden AS Donald Trump Salahkan China Soal Virus Corona

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved