Breaking News:

Bantul

Bila Paslon Ngeyel Bawa Arak-arakan saat Pengundian Nomor Urut Pilkada Bantul, Polisi: Kami Bubarkan

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bantul, AKBP Wachyu Tri Budi Sulistyono mengimbau masing-masing pasangan calon (Paslon) agar mematuhi aturan.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ari Nugroho
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Kapolres Bantul, AKBP Wachyu Tri Budi Sulistyono, ditemui di Mapolres Bantul, Jumat (10/7/2020) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bantul, AKBP Wachyu Tri Budi Sulistyono mengimbau masing-masing pasangan calon (Paslon) agar mematuhi aturan.

Tidak membawa massa banyak saat pelaksanaan pengundian nomor urut pada 24 September besok. Hal itu untuk menghindari terjadinya kerumunan di tengah situasi pandemi Coronavirus Disease (Covid-19).

Apabila masih ada yang ngeyel dan tetap menggelar arak-arakan, pihaknya mengaku akan bersikap tegas.

"Akan kita bubarkan,"kata Kapolres ditemui seusai acara di Gedung Induk Mandala Saba Kompleks Parasamya Bantul, Rabu (23/9/2020).

Cegah Kerumunan, KPU Bantul Minta Paslon Tak Bawa Massa saat Pengundian Nomor Urut

Wachyu mengungkapkan, pihkanya sudah berkoordinasi dengan KPU, Bawaslu dan TNI untuk melaksanakan pengamanan.

Tujuannya agar tidak terjadi kerumunan.

Bahkan, kata dia, Kepolisian akan melakukan sterilisasi di sepanjang jalan menuju Kantor KPU Bantul. Sterilisasi dimulai dari simpang empat Gose sampai simpang empat Palbapang.

Tujuannya untuk meminimalisir adanya arak-arakan, ataupun kedatangan gelombang pendukung.

Sebelumnya, Ketua KPU Bantul, Didik Joko Nugroho menyampaikan, pelaksanaan pengundian nomor urut pasangan calon hanya boleh diikuti oleh empat unsur saja, dan itu sudah disosialisasikan kepada masing-masing calon.

Ada Usulan Pilkada Ditunda, Sekda Bantul: Kami Tunggu Regulasi

Empat unsur yangdiperbolehkan masuk, antara lain, pasangan calon, pimpinan partai politik, tim kampanye dan dan Liaison Officer (LO). Selain itu, tidak diperkenankan masuk.

"Jadi per-paslon dibatasi. Masing-masing hanya boleh 20 orang saja," kata Didik. Ia meminta semua pasangan calon tertib dan mematuhi aturan. Silahkan datang ke kantor KPU dengan tidak membawa massa. Sebagai gantinya, dalam proses pengundian nomor urut, KPU Bantul menyediakan tayangan live streaming. Tayangan tersebut bisa diakses di masing-masing posko atau sekretariat. Sehingga, pendukung masing-masing paslon tidak perlu hadir. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved