Kota Yogyakarta

Shelter Tegalrejo akan Diisi 19 OTG, 11 diantaranya Ibu Hamil

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meninjau Shelter Penanganan Covid-19 Tegalrejo Kota Yogyakarta, Selasa (22/9/2020).

Tayang:
Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Ari Nugroho
Istimewa
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X didampingi Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti di Shelter Tegalrejo, Selasa (22/9/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meninjau Shelter Penanganan Covid-19 Tegalrejo Kota Yogyakarta, Selasa (22/9/2020).

Shelter yang terdiri dari 42 unit kamar dan bisa menampung 84 orang tersebut dikhususkan untuk menangani pasien asimtomatik atau tanpa gejala.

Pada kesempatan tersebut, hadir juga Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti beserta Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi beserta jajaran Pemerintah Kota Yogyakarta.

"Kita sudah men-tracing sekian puluh bahkan seratus lebih OTG yang masuk list, 19 OTG disegerakan dijemput. Bukan datang sendiri, mekanismenya dijemput. Mulai sore nanti," jelas Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti.

Tiga Pasien OTG Mulai Tempati Shelter Tegalrejo Sore Ini

Haryadi mengakui bahwa mereka yang dirujuk ke shelter tersebut tidaklah gampang.

Ketika kondisinya dirasa mengkhawatirkan, Haryadi mengatakan pihaknya memberikan rekomendasi dengan sungguh-sungguh bahwa pasien tersebut lebih baik dirawat di shelter.

"Selain dokter juga ada psikolog. Berapa hari di sini kan bosen, belum lagi makanannya. Psikolog mendampingi. Ada tempat mereka bersosialisasi antar pasien. Kita tangani semaksimal mungkin, bukan terisolasi. Tapi dikumpulkan di sini supaya penyembuhan baik," bebernya.

Ia mengungkapkan bahwa dari 19 OTG yang akan dirawat di Shelter Tegalrejo, 11 diantaranya merupakan ibu hamil.

Rekomendasi Kemenkes Soal Tiga Jenis Masker untuk Mencegah Penularan COVID-19

"Ada balitanya. Misal kalau positif balita, masa nggak ada orang tuanya. Ternyata orang tuanya juga positif, jadi sekeluarga," bebernya.

Haryadi menambahkan, pihaknya akan segera melakukan kajian untuk kembali membuka shelter yang diperuntukkan bagi tenaga kesehatan.

"Rencana di Umbulharjo, tapi kami cari dulu. Kami sosialisasikan dglengan warga karena bukan nakes yang sakit, tapi harus istirahat. Pekerjaannya semakin tinggi kalau pulang ke daerahnya kasihan juga," pungkasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved