Gunungkidul
Diresmikan BWH, SMKN 3 Wonosari Jadi BLUD Pertama di Gunungkidul
Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Wonosari belum lama ini ditetapkan sebagai Badan Layanan Umum Daerah.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Wonosari belum lama ini ditetapkan sebagai Badan Layanan Umum Daerah.
Peresmiannya dilakukan langsung oleh Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset (BPKA) DIY Bambang Wisnu Handoyo.
Kepala SMKN 3 Wonosari Siti Fadilah mengatakan sekolah ini menjadi SMK pertama di Gunungkidul yang berstatus BLUD.
"BLUD ini nantinya akan sangat bermanfaat dalam pengembangan kompetensi pelajar dan lulusan SMK," jelas Siti, dihubungi pada Minggu (20/09/2020).
• Lebih Aman dari Penularan Covid-19, KPU Gunungkidul Imbau Paslon Maksimalkan Kampanye Daring
Menurutnya, pengajuan SMKN 3 Wonosari sebagai BLUD dilakukan sejak lama.
Tim sekolah melakukan kajian potensi setiap jurusan, untuk menentukan bidang yang menjadi income generating BLUD.
Pasca proses sosialisasi dari Tim BLUD DIY, Siti mengatakan para guru dan pegawai kemudian berembug menyusun dokumen administrasi sebagai persyaratan BLUD. Setelah dianggap sesuai persyaratan, Surat Keputusan (SK) pun turun.
"SK penetapan sebagai BLUD diserahkan langsung oleh Pak Bambang selaku Kepala BPKA DIY Jumat lalu," katanya.
Setelah ditetapkan sebagai BLUD, pihak sekolah berupaya mengembangkan konsep Teaching Factory. SMKN 3 Wonosari dijadikan sebagai tempat pembelajaran berbasis industri dan kewirausahaan, serta tempat mengenal budaya kerja bagi pelajar.
Siti menyebut SMKN 3 Wonosari memiliki 1.150 pelajar dengan lima kompetensi bidang keahlian.
• Bangun Bengkel Bahasa, Ilmu Sastra Jawa Pelajar Gunungkidul Diharapkan Meningkat
Lima program unggulan tersebut adalah Teknik Audio Video, Teknik Elektronika Industri, Teknik Mekatronika, serta Tata Boga dan Perhotelan.
Ia pun berharap lulusan SMKN 3 Wonosari mampu menjadi tenaga kerja berkompeten dan memiliki karakter kerja yang baik.
Peningkatan jadi BLUD pun diharapkan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja ke depan.
"Kami saat ini terus memperkuat tim perencanaan dan tim keuangan, sebagai konsistensi dari status BLUD ini," kata Siti.
Lewat keterangannya, Bambang berharap status BLUD yang melekat pada SMKN 3 Wonosari bisa mengurangi beban Gunungkidul terkait kurangnya angkatan kerja.
Sebab saat ini jenjang SMK dituntut untuk mampu menjadi instansi pendidikan yang berkualitas, lewat kejuruan yang ditawarkan.
• Pemkab Gunungkidul Pantau Kualitas Beras Bantuan PKH
Bambang pun tak menutup kemungkinan SMK jadi pilihan pertama masyarakat ke depan.
"BLUD ini perlu diwujudkan dengan membentuk lulusan yang siap kerja," katanya.
Bambang mengatakan upaya mengubah status SMK di DIY menjadi BLUD sudah ia lakukan sejak menjabat sebagai Plt Disdikpora DIY. Upaya tersebut tetap gencar ia lakukan sampai kini.
Sebab dengan menjadi BLUD, pengelolaan SMK akan lebih fleksibel dalam rangka peningkatan kualitas SDM.
Apalagi SMK juga mengedepankan pembelajaran praktek.
"Peluang kerjasama dengan pihak luar juga semakin terbuka dengan status BLUD ini," jelas Bambang. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/diresmikan-bwh-smkn-3-wonosari-jadi-blud-pertama-di-gunungkidul.jpg)