Saya Bukan Perokok, Tapi Bisakah Terkena Kanker Paru-paru? Ya, Bisa
Sebagian besar orang yang meninggal karena kanker paru-paru berhenti merokok jauh sebelum mereka didiagnosis kanker paru
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
Skrining kanker paru-paru adalah cara lain yang populer untuk mendeteksi kanker.
Tersedia untuk orang sehat berisiko tinggi berusia 55 hingga 77 tahun, pemeriksaan kanker paru-paru mencari kanker paru-paru dengan harapan dapat menemukannya pada tahap awal.
Menurunkan risiko kanker paru-paru
Meskipun tidak semua kanker paru-paru dapat dicegah, tapi Anda dapat mengambil beberapa tindakan yang dapat menurunkan risiko kanker paru-paru.
Pertama dan terpenting, berhenti merokok jika Anda seorang perokok.
Jika Anda berhenti merokok selama 10 tahun, risiko kematian akibat kanker paru-paru adalah sekitar setengah dari risiko perokok saat ini.
Pola makan yang sehat juga penting tidak hanya dalam menjaga berat badan, tetapi juga dapat mengurangi risiko kanker paru-paru.
• Kenali 4 Penyebab Kelenjar Getah Bening Bengkak Mulai Akibat Infeksi Virus Hingga Kanker
Terakhir, kurangi paparan bahan kimia seperti asbes dan radon.
Penelitian kanker paru-paru masih kekurangan dana. Perlu dukungan finansial dan advokasi untuk dukungan agar penelitian kanker paru bisa menjadi kunci untuk mendanai penelitian yang menemukan obatnya.
“Saya akan mendorong para penyintas, terutama mereka yang tidak pernah merokok, untuk mendukung penelitian kanker paru-paru dan memberi tahu orang-orang bahwa kemajuan sedang dibuat,” kata Dr. Pennell.
“Kami perlu menyebarkan berita tentang betapa pentingnya hal ini bagi semua orang, tidak hanya bagi mereka yang merokok.” (*/Cleveland Clinic)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/paru-paru-perokok_20180420_183200.jpg)