TRIBUNJOGJAWIKI
TRIBUNJOGJAWIKI : Situs Payak
Situs Payak merupakan salah satu situs sejarah yang ditemukan pada medio tahun 1970-an. Situs ini diperkirakan dibangun pada abad ke-9.
Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJAWIKI.COM, BANTUL - Situs Payak merupakan salah satu situs sejarah yang ditemukan pada medio tahun 1970-an. Situs ini diperkirakan dibangun pada abad ke-9.
Situs Payak terletak di Dusun Bintaran Wetan, Desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Berada pada koordinat 49 M, UTM x: 0440227 dan y : 9134075, dengan ketinggian 72,78 meter di atas permukaan air laut.
Situs Payak ditemukan sekitar tahun 1970 oleh para pembuat bata. Lokasi penemuan situs ini memang sejak dahulu merupakan tempat pembuatan bata.
Tahap Ekskavasi
Penanganan terhadap Situs Payak dilakukan Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Daerah Istimewa Yogyakarta/ SPSP DIY (sekarang Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta) dengan melaksanakan kegiatan ekskavasi penyelamatan dalam empat tahap meliputi:
• TRIBUNJOGJAWIKI : GERONIMO FM
Tahap pertama dilaksanakan pada 3 hingga 9 Maret 1980, Tahap kedua dilaksanakan pada 21 hingga 30 Maret 1980, Tahap ketiga dilaksanakan pada 23 Maret hingga 5 April 1981, Tahap keempat dilaksanakan pada 25 Januari hingga 31 Maret 1983.
Arca Dewa Siwa yang terbuat dari batu putih ditemukan di Situs Payak.
Bentuk dan dimensi
Berdasarkan hasil kegiatan ekskavasi tersebut diketahui bahwa Situs Payak merupakan bekas petirtaan kuno.
Di Situs Payak terdapat sebuah bangunan yang terbuat dari batu putih (tuff) berbentuk menyerupai huruf “U”.
Kedudukannya berada 6 meter di bawah permukaan tanah. Diperkirakan dahulu berfungsi sebagai tempat permandian.
Di bawah bangunan yang berbentuk huruf “U”, terdapat kolam berukuran 3,12 m x 1,24 m. Bangunan kedua berupa dasar lantai halaman kolam dengan ukuran 3,12 meter x 1,86 meter. Kedalaman kolam 60 cm.
Pada dinding sisi barat laut terdapat relung untuk menempatkan arca Dewa Siwa yang terbuat dari batu putih. Berdasarkan langgam arca tersebut, diperkirakan situs ini dibangun pada abad ke-9 Masehi.
Peripih berlubang 17 buah yang melambangkan Wastu Purusa Mandala.
Dari kegiatan ekskavasi juga ditemukan beberapa artefak berupa fragmen gerabah, dan wadah peripih dengan lubang berjumlah 17 buah, yang melambangkan Wastu Purusa Mandala, yaitu diagram yang berfungsi sebagai rancangan metafisika dan tata letak bangunan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/situs-payak.jpg)