Update Corona di DIY

Ada 4 Kematian Akibat Corona Tanpa Komorbid, Sekda Bantul: Harus Diyakini Bahwa Covid-19 Itu Ada

Helmi Jamharis menyampaikan, 13 kematian akibat terinfeksi Coronavirus Disease (Covid-19) dengan 4 kasus di antaranya meninggal tanpa Komorbid di Kabu

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Helmi Jamharis 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul, Helmi Jamharis menyampaikan, 13 kematian akibat terinfeksi Coronavirus Disease (Covid-19) dengan 4 kasus di antaranya meninggal tanpa Komorbid di Kabupaten Bantul harus menjadi peringatan bersama.

Menurut dia, virus SARS-CoV-2 penyebab covid bisa menyerang warga di manapun dan pada usia berapapun.

Bahkan, tanpa penyakit penyerta sekalipun bisa sampai mengakibatkan meninggal dunia.

"Makanya yang kami harapkan, masyarakat meyakini bahwa Covid-19 itu ada," kata dia, Kamis (17/9/2020).

Helmi berharap masyarakat jangan lengah dan terus meningkatkan disiplin Protokol Kesehatan.

Memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Menurutnya, taat pada protokol kesehatan itu adalah kunci pengendalian virus Corona.

Pakar Sebut Mutasi Virus Tidak Berhubungan dengan Penyebab Kematian Pasien Covid-19

Diketahui sebelumnya, hingga Kamis (17/9/2020), korban meninggal dunia karena terpapar Virus SARS-coV-2 penyebab covid di Kabupaten Bantul sudah mencapai 13 orang.

Dari jumlah tersebut, 4 di antaranya meninggal tanpa disertai dengan penyakit penyerta atau Komorbid.

"Jumlah kematian konfirmasi positif, 13 orang. 4 kasus di antaranya tidak ada Komorbid," terang Juru Bicara Percepatan Penanganan Penularan Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso.

Sebanyak 4 Kematian Akibat Corona di Bantul Tanpa Komorbid

Oki, sapaan akrabnya, mengatakan, empat warga Bantul yang meninggal dunia tanpa Komorbid itu, semuanya tercatat sebagai pasien Lansia.

Usianya sudah di atas 60 tahun. Kematian empat warga positif tersebut, menurut dia, memang tidak ada catatan dari Rumah Sakit mengenai penyakit penyerta.

Hal itu, lanjut dia, bisa disebabkan karena kebanyakan warga memang belum sepenuhnya sadar dalam melakukan kontrol kesehatan.

"Sehingga tidak ada rekam medis yang menjadi riwayat kesehatan pasien," ujar Oki. Pihaknya memastikan bahwa empat warga Bantul yang meninggal tanpa Komorbid itu sebelumnya dirawat di layanan kesehatan di luar kabupaten Bantul. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved