Breaking News:

Bisnis

Ekonom UGM: PSBB Kali ini Tak Akan Berdampak Sebesar yang Pertama

Ekonom UGM, Rimawan Pradiptyo, mengungkapkan bahwa pemberlakuan PSBB kali ini tidak akan sampai menghentikan roda perekonomian.

IST
Ilustrasi Ekonomi Indonesia 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemberlakuan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta mulai Senin (14/9/2020) mendapat berbagai tanggapan, termasuk tentangan dari pihak yang menilai bahwa PSBB akan membawa dampak buruk bagi perekonomian nasional.

PSBB juga akan berdampak bagi pengusaha kecil dan menengah.

Namun Ekonom UGM, Rimawan Pradiptyo, mengungkapkan bahwa pemberlakuan PSBB kali ini tidak akan sampai menghentikan roda perekonomian.

Ia menilai PSBB tidak memberi dampak sebesar saat pemberlakuan PSBB pertama pada bulan April silam.

“Sebenarnya sudah ada adaptasi setelah PSBB pertama. Ketika saat ini ada PSBB kedua saya merasa lebih optimis karena kita sudah melewati learning process," ucapnya, Selasa (15/9/2020).

Jakarta Laksanakan PSBB, Ribuan Warga Wonogiri Pilih Pulang Kampung

Ia menjelaskan, saat pemberlakuan PSBB pertama, banyak masyarakat dan pelaku usaha yang belum bisa sepenuhnya melakukan adaptasi terhadap perubahan-perubahan yang muncul akibat pandemi.

Ia melihat pada bulan Maret hingga Mei lalu masih banyak pelaku usaha yang meraba-raba apa yang bisa dilakukan dan mana yang tidak.

"Tapi sekarang saya kira semua sudah mulai tahu apa yang dapat dilakukan,” ucapnya.

Terkait kekhawatiran terhadap nasib UMKM, ia mengatakan bahwa UMKM justru akan bisa bertahan di dalam masa krisis, karena sudah terbiasa menjalankan usaha secara dinamis di tengah kondisi pasar yang tidak menentu.

Namun sebagai catatannya, masyarakat dan pemerintah perlu bersikap realistis dengan tidak memiliki ekspektasi yang berlebihan saat pandemi.

Selain itu juga menyadari bahwa pola pikir serta kebijakan yang lama tidak lagi relevan untuk diterapkan.

Apa Kata Presiden Jokowi Soal Penerapan PSBB Jakarta Jilid Kedua

"Kita harus memahami sekarang semua negara mengalami kondisi yang sulit. Mari menata ekspektasi, jangan lagi bicara high growth rate, tapi bagaimana bisa bertahan melewati situasi yang ada," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu ia juga mengatakan bahwa akan ada banyak usaha-usaha baru yang justru muncul di tengah pandemi.

Layanan pembelian bahan makanan secara daring serta jasa penyelenggara acara pernikahan secara virtual menjadi beberapa contoh peluang usaha yang muncul dan berkembang beberapa bulan belakangan sebagai hasil dari proses pembelajaran dan adaptasi dengan kondisi yang baru.

Ia pun optimis roda perekonomian tetap berjalan.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Santo Ari
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved