Breaking News:

Yogyakarta

Disdikpora DIY Gagas Gerakan Guru Mengajar, Gerakan Kepedulian Guru di Lingkungan Tempat Tinggal

Gerakan ini mengajak para guru membantu mengatasi permasalahan pembelajaran para peserta didiknya maupun peserta didik sekolah lain yang tinggal di se

TRIBUNJOGJA.COM / Maruti A. Husna
Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Mutu Pendidikan Disdikpora DIY, Bakhtiar Nurhidayat 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Mulai September ini, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY menginisiasi Gerakan Guru Mengajar.

Gerakan ini mengajak para guru membantu mengatasi permasalahan pembelajaran para peserta didiknya maupun peserta didik sekolah lain yang tinggal di sekitar lingkungan tempat tinggalnya.

Imbauan terkait hal ini pun telah tertuang dalam Surat Edaran Disdikpora DIY Terkait Kebijakan Pendidikan Masa Transisi Adaptasi Kebiasaan Baru di Tengah Pandemi Covid-19 di SMA, SMK, dan SLB di DIY. 

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Mutu Pendidikan Disdikpora DIY, Bakhtiar Nurhidayat mengatakan selama pandemi mau tidak mau sistem pembelajaran harus berubah.

Isi Kuota Gratis dari Pemerintah, 35 GB untuk Siswa, 42 GB untuk Guru dan Mahasiswa 50 GB

“Kita tidak tahu ini kapan sih selesainya, mau tidak mau kita harus berubah. Ke depan mungkin akan seperti itu, pemanfaatan masyarakat sekitar mungkin akan dikedepankan. Model pembelajaran akan sangat berbeda selama pandemi,” ujar Bakhtiar saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (15/9/2020).

Ia melanjutkan, salah satu strategi yang ingin pihaknya jalankan adalah bagaimana para guru, di luar jam pelajaran mereka masing-masing, juga peduli terhadap lingkungannya.

Oleh karena itu, mereka diminta untuk bisa mendampingi anak-anak di sekitar rumah mereka sendiri dalam gerakan sukarela.

“Paling tidak dari sisi ilmu guru kan paham bagaimana mereka mengajar. Ini juga sasarannya tidak hanya anaknya, nanti dengan adanya guru yang bukan gurunya sendiri mengajar kan kemudian orang tuanya merasa bahwa oh saya juga perlu terlibat. Ini yang sebenarnya perlu bersinergi,” tutur Bakhtiar.

“Intinya kami ingin adanya pemberdayaan guru dan memang juga nanti kalau guru setiap hari hanya daring, mungkin dia juga nanti agak lupa. Makanya biar ada keseimbangan,” sambungnya.

Halaman
12
Penulis: Maruti Asmaul Husna
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved