Kisah Pelaku Penipuan Dijebak Prank Video Call Wanita Cantik, Lalu Ketemuan, Ternyata Suruhan Korban

Kisah Pelaku Penipuan Dijebak Prank Video Call Wanita Cantik, Lalu Ketemuan, Ternyata Suruhan Korban

Editor: Hari Susmayanti
surabaya.tribunnews.com/willy abraham
Salim (kanan) saat diinterograsi di rumah pengacara Abdullah Syafii, Kecamatan Manyar, Minggu (13/9/2020). 

Beda 180 derajat dibanding saat video call dengan menggebu-gebu ingin bertemu wanita kenalannya itu.

Salim hanya bisa mengakui perbuatannya, pasalnya korban penipuan tanah kavling itu menggeruduknya.

Pengacara korban, Abdullah Syafi'i mengatakan kliennya sudah menghubungi pelaku namun tidak kunjung direspon.

Hingga akhirnya, ia meminta bantuan seseorang wanita cantik untuk menghubungi pelaku.

Pura-pura membeli tanah kavling.

"Pelaku pakai nama Eko. Akhirnya janjian ketemu di Betiting Cerme, Salim datang," ucap Syafii, Minggu (13/9/2020).

H. Sahal, pemilik lahan mengatakan, selama satu tahun lebih kesulitan menghubungi Salim.

Ada Pasukan Khusus Bernama Rajawali Bentukan Badan Intelijen Negara

Teleponnya tidak aktif, saat didatangi ke rumahnya juga tidak ada.

"Ada Rp 630 juta uang saya yang belum dikembalikan ke Salim," ucap Sahal.

Awalnya, lanjut Sahal, Salim meminta kerja dengannya dengan menawarkan tanah kavling seluas 7.000 meter.

Ia pun percaya, karena setiap tanah kavling yang laku, ia akan mendapat uang sebesar Rp 75 juta.

Tanah tersebut laku, padahal Salim menjualnya di angka Rp 80 juta sampai Rp 95 juta.

Tidak sampai disitu, dalam beberapa bulan awal, Salim lancar menyetorkan uang hasil penjualan.

Kemudian menghilang dengan membawa kabur uang sebesar Rp 630 juta.

Sahal pun kaget, mengingat tanah kavlingannya sudah laris dan bangunan berdiri di atas tanahnya, tapi belum menerima uang penjualan.

Halaman
123
Sumber: Surya
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved