Breaking News:

Update Corona di DI Yogyakarta

Pelanggar Protokol Kesehatan Akan Terdata dalam Aplikasi, Sanksi Kali Kedua Lebih Berat

Sejak 8 September 2020, Satpol PP DIY telah memberlakukan sanksi kepada masyarakat yang ditemukan tidak mengindahkan protokol kesehatan.

TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Kepala Satpol-PP DIY, Noviar Rahmad 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sejak 8 September 2020, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY telah memberlakukan sanksi kepada masyarakat yang ditemukan tidak mengindahkan protokol kesehatan Covid-19.

Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad mengatakan hal itu sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 77 Tahun 2020.

Satu di antaranya yang diatur dalam Pergub tersebut ialah menindak masyarakat yang tidak menggunakan masker.

"Dalam Pergub tidak ada sanksi denda. Hanya sanksi sosial. Berbeda dengan Perwali (peraturan wali kota) dan Perbup (peraturan bupati) yang menerapkan sanksi sosial dan sanksi denda," ujar Noviar kepada Tribunjogja.com, Sabtu (12/9/2020).

Ia menyebutkan, pada hari pertama operasi protokol kesehatan atau pada 8 September 2020 terjaring 176 masyarakat yang dikenakan sanksi.

Pemkot Yogyakarta Akan Tindak Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan, Ancaman Sanksi Sosial hingga Denda

Hari kedua 123 orang, hari ketiga 150 orang, serta hari keempat kurang dari 100 orang.

Adapun bentuk sanksi sosial yang dikenakan misalnya menyapu jalan, memungut sampah, atau mencabut rumput. 

Ia menambahkan, masyarakat yang terjaring operasi telah tercatat nomor KTP dan jenis pelanggarannya. 

"Ke depan kami akan membuat aplikasi yang akan mendata para pelanggar. Sekarang sedang kami uji coba. Jadi kalau dia kena akan terdata, kalau dua kali kena sanksi sosial yang diberikan akan lebih berat. Kalau kali pertama hanya 15 menit, yang kedua bisa menyapu jalan sampai satu jam misalnya," ungkap Noviar.

Noviar menerangkan, operasi tersebut dijalankan di seluruh kabupaten/kota di DIY dengan tempat sasaran operasi yang berbeda-beda.

"Titik operasi berpindah-pindah. Kami ada 75 personil yang turun setiap hari dibagi dalam tiga regu, termasuk dengan TNI/Polri," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Maruti Asmaul Husna
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved