CEO YG Entertainment, Yang Hyun Suk Akui Tuduhan Perjudian di Persidangan Pertama

Kasus perjudian yang dilakukan CEO YG Entertainment, Yang Hyun Suk masih dijalankan. Menurut keterangan yang dihimpun Tribunjogja.com, YG mengakui

Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Rina Eviana
news.naver
Yang Hyun Suk Mengakui Tuduhan Perjudian Pada Persidangan Pertama 

TRIBUNJOGJA.COM - Kasus perjudian yang dilakukan CEO YG Entertainment, Yang Hyun Suk masih dijalankan.

Menurut keterangan yang dihimpun Tribunjogja.com, YG mengakui dirinya melakukan perjudian saat sidang pertama.

Pada tanggal 9 September 2020, Pengadilan Distrik Barat Seoul mengadakan persidangan pertama untuk empat orang termasuk mantan produser eksekutif YG Entertainment, Yang Hyun Suk serta Kim dan Lee, co-CEO dari anak perusahaan YG Entertainment, YGX.

Pada bulan Juni, Yang Hyun Suk didakwa dengan tuduhan terbang ke Las Vegas, Amerika Serikat tujuh kali antara Juli 2015 dan Januari 2019 dan berjudi menggunakan total sekitar USD 335.460 dengan empat orang lainnya.

Polisi Tak Temukan Bukti Mediasi Prostitusi dari Yang Hyun Suk pemilik YG Enterteinment
Polisi Tak Temukan Bukti Mediasi Prostitusi dari Yang Hyun Suk pemilik YG Enterteinment (news1.kr)

Dia didakwa dengan keputusan ringkasan atau keputusan yang dibuat oleh pengadilan tanpa pengadilan secara langsung.

Namun, pengadilan memutuskan bahwa pengadilan langsung diperlukan untuk kasus ini.

Di persidangan, pengacara Yang Hyun Suk mengakui semua dakwaan.

Dekatkan Diri ke Penggemar, BLACKPINK Akan Rilis Film Dokumenter di Netflix

“Kami mengakui semua dakwaan,” katanya. Mesk begitu, pihaknya juga menyatakan bahwa bagian dari bukti yang diajukan oleh penuntut tidak memadai.

Yang Hyun Suk muncul untuk diadili dengan setelan hitam dan masket. Dia tidak menanggapi pertanyaan apa pun yang diajukan oleh pers saat dia memasuki pengadilan dan keluar setelah sidang.

Sidang berikutnya untuk Yang Hyun Suk dan tiga individu lainnya akan berlangsung pada 28 Oktober.

Di bulan Januari 2020, Kantor Kejaksaan Distrik Pusat Seoul juga mendakwa Seungri dan sembilan orang lainnya yang terkait dengan kasus Burning Sun tanpa penahanan.

Lee Seung Hyun atau Seungri eks BIGBANG didakwa dengan tuduhan memediasi layanan prostitusi, perjudian serta pelanggaran Undang-Undang Transaksi Valuta Asing.

Mantan member BIGBANG Seungri menjalani sidang untuk pembuktian 7 dakwaan yang ditujukan, Senin (13/1/2020).
Mantan member BIGBANG Seungri menjalani sidang untuk pembuktian 7 dakwaan yang ditujukan, Senin (13/1/2020). (kbs)

Sementara itu, Choi Jong Hoon eks FT ISLAND didakwa tanpa penahanan karena menyatakan kehendak penyuapan.

Penuntut meminta hasil keputusan singkan yang dibuat oleh pengadilan untuk Jung Joon Young dan empat orang lainnya termasuk mantan CEO Yuri Holdings Yoo In Suk.

Sementara itu, solois Jung Joon Young didakwa atas kasus penerimaan layanan prostitusi. Kasus ini juga berhubungan dengan Yoo In Suk yang dituduh sebagai memediasi prostitusi untuk Jung Joon Young dan penggelapan dana dari Yuri Holdings.

Diberitakan dari media Korea, kasus judi yang melibatkan Yang Hyun Suk secara resmi dipindahkan ke Kantor Kejaksaan Distrik Seoul Barat yang memiliki yurisdiksi atas kasus ini.

Kasus Burning Sun menjadi pemulaan dari rentetan kasus terkait layanan prostitusi serta narkotika yang menjerumuskan beberapa idol, petinggi industri hiburan hingga petinggi Kepolisian Korea.

Dalam kasus penyelidikan Burning Sun, kepolisian juga menemukan grup percakapan terkait idol Jung Joon Young dan menyeret beberapa idol lainnya yang saling membagikan foto dan video pemerkosaan.

Daftar 8 Drama Korea Tayang Streaming di Viu September Ini, Horor, Action dan Romantis

Dari beberapa video itu juga terlihat beberapa korban dicekoki obat-obatan hingga pingsan.

Disisi lain, Seungri dan Yang Hyun Suk dicurigai bahwa mereka melanggar Undang-Undang Transaksi Valuta Asing atau ‘hwanchigi’ dan melakukan perjudian ilegal.

Dalam penyelidikan kepolisian, dilaporkan YG bertaruh uang lebih dari 1 milliar won dan rugi 600 juta won.

Tak hanya itu, Kepolisian Korea Selatan telah mendapat bantuan dari pemerintah Amerika Serikat untuk menginvestigasi keduanya.

Pendiri YG Entertainment, Yang Hyun Suk Diinvestigasi selama 23 Jam Terkait Perjudian
Pendiri YG Entertainment, Yang Hyun Suk Diinvestigasi selama 23 Jam Terkait Perjudian (xportsnews.com)

Sebab, Yang Hyun Suk dan Seungri diduga menggunakan dana YG Amerika untuk berjudi di Las Vegas. Sebagaimana diberitakan oleh JTBC di program 'Spotlight', YG Amerika adalah perusahaan kecil dengan penjualan tahunan senilai 20 Juta Won atau sekitar USD 16.500.

Sementara, anak perusahaannya memiliki penjualan tahunan senilai 2,2 Milyar Won atau USD 1,8 Juta dan beban sebanyak 2,3 Milyar Won atau USD 1,9 Juta dengan modal awal nol Won.

Artinya, YG Amerika seperti perusahaan diatas kertas saja atau sebuah perusahaan yang ada semata-mata karena alasan keuangan dan tidak beroperasi.

Laporan lebih lanjut menyatakan bahwa kecurigaan perjudian awal terungkap ketika Departemen Keuangan Amerika Serikat memberitahu otoritas keuangan dan investigasi di Korea Selatan tentang fakta bahwa Yang Hyun Suk dan Seungri telah membeli chip kasino dengan sejumlah besar.

Namun, keduanya tak memiliki catatan pengambilan uang dari Korea.

Diketahui, warga Korea Selatan memang dilarang untuk berjudi, baik di dalam maupun luar negeri. Meskipun ada tempat judi di sana, namun warga Korea tak boleh menyambangi tempat itu, hanya orang asing saja.

Melansir Majalah Haps Korea dalam artikelnya berjudul ‘South Korea’s Complex Relationship with Gambling’, masyarakat negeri ginseng itu hanya boleh melakukan judi berupa lotere, balap kuda, balap perahu dan bersepeda.

Keempat aktivitas judi itu tergolong legal, sehingga tidak menjerat masyarakat. Namun, kasino tidak diperbolehkan untuk dilakukan. Bagi yang melanggar bisa terkena sanksi berupa dua tahun penjara.

Tuduhan terhadap CEO YG Entertainment, Yang Hyun Suk
Tuduhan terhadap CEO YG Entertainment, Yang Hyun Suk (soompi.com)

Mengapa judi adalah sesuatu yang ilegal di Korea Selatan? Karena masyarakat sana cenderung menempatkan judi sebagai hal yang negatif. Judi adalah kejahatan terhadap kepentingan sosial.

Mereka juga mengkategorikan judi berada di satu lini kejahatan perzinahan dan penyalahgunaan narkoba.

Tak hanya judi di tempat wisata, berjudi secara daring adalah kejahatan bagi orang Korea.

Badan Intelijen Nasional Korea Selatan melaporkan bahwa Korea Utara telah mulai mengoperasikan situs judi daring yang menargetkan masyarakat Korea Selatan. Operasi judi daring itu dilakukan untuk memperkuat Korea Utara.

( Tribunjogja.com | Bunga Kartikasari )

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved