Peradangan Usus Buntu Bisa Pecah, Menginfeksi Seluruh Organ Usus Hingga Membahayakan Jiwa

Penyakit peradangan pada bagian usus buntu bisa membahayakan jiwa. Utamanya jika usus buntuk pecah dan menginfeksi seluruh organ usus

Editor: Mona Kriesdinar
ist/net
Usus Buntu 

- Kehilangan nafsu makan

- Perut kembung

- Cara memastikan kondisi usus buntu

Gejala-gejala usus buntu bisa menyerupai penyakit lain, seperti gastroenteritis (mencret karena infeksi atau keracunan makanan), hamil di luar kandungan, dan termasuk penyakit infeksi ginjal, jantung atau paru-paru.

Diagnosis peradangan usus buntu dilakukan dengan pemeriksaan badan yang mendetail dan berhati-hati, mengingat gejala yang mungkin dirasakan oleh pendrita.

Cara diagnosis termudah yakni dengan menekan dengan lembut pada area yang sakit.

Jika tekanan tiba-tiba dilepaskan, nyeri perut pada kasus usus buntu biasanya akan terasa hebat.

Hal ini menandakan bahwa peritoneum yang berdekatan meradang.

Dokter mungkin juga bakal mencari kekakuan perut dan kecenderungan pasien dalam mengeraskan otot-otot perut yang merupakan respons terhadap tekanan pada usus buntu yang meradang.

Jika dengan cara ini diagnosis belum jelas, dokter mungkin akan melakuakan pemeriksaan darah dan melakukan pemeriksaan ultrasound atau rontgent dengan CT scan.

Apabila diagnosis yang jelas belum juga didapatkan dari semua pemeriksaan tambahan tersebut, dokter spesialis bedah biasanya akan tetap memilih mengoperasi usus buntu.

Hal itu dapat diputuskan karena faktor risiko yang mungkin ditimbulkan jika ada peradangan usus buntu tersembunyi (berhubungan dengan lokasi dari apekdiks penderita), yang tidak bisa teradar dengan pemeriksaan-pemerikaan di atas.

Proses operasi usus buntu

Melansir WebMD, sebelum usus buntu dikeluarkan, pasien biasanya akan diminta minum antibiotik untuk melawan infeksi.

Pasien biasanya akan mendapatkan anestesi umum, yang berarti akan tertidur untuk prosedur operasi. Dokter mengeluarkan usus buntu melalui sayatan sepanjang 4 inci atau dengan alat yang disebut laparoskop (alat mirip teleskop tipis yang memungkinkan dokter melihat kondisi di dalam perut pasien).

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved