Mengenal Dispareunia, Nyeri Hingga Panggul Saat Wanita Berhubungan Intim
Wanita kerap kali merasakan nyeri saat berhubungan intim. Dalam istilah medis, hal ini disebut Dispareunia
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM - Wanita kerap kali merasakan nyeri saat berhubungan intim. Dalam istilah medis, hal ini disebut Dispareunia.
Saking sakitnya, rasa nyeri itu bisa dirasakan hingga ke bagian panggul.
Beberapa yang kerap dialami meliputi ;
- Kurangnya hasrat seksual
- Ketidakmampuan untuk terangsang
- Kurangnya orgasme, atau klimaks seksual
- Hubungan yang menyakitkan
Dispareunia adalah seks yang menyakitkan bagi wanita atau rasa nyeri.
Ini juga menyebabkan rasa sakit selama penggunaan tampon.
Rasa sakit bisa dirasakan di alat kelamin wanita atau jauh di dalam panggulnya.
Gejala dispareunia
Nyeri mungkin terasa tajam, terbakar, atau seperti kram saat menstruasi. Nyeri saat berhubungan seks mungkin terasa seperti berasal dari dalam panggul. Wanita sering melaporkan perasaan bahwa ada sesuatu yang menabrak di dalam diri mereka.
Apa penyebab dispareunia?
Dispareunia dapat disebabkan oleh banyak hal, termasuk di antaranya ;
- Infeksi (seperti infeksi jamur, infeksi saluran kemih)
- Cedera pada vagina
- Peradangan pada vagina
Peradangan bisa sangat parah sehingga memakai celana bisa menyebabkan rasa sakit.
- Diafragma atau penutup serviks yang tidak pas. Ini adalah metode pengendalian kelahiran.
- Kejang otot di sekitar vagina
Bagi beberapa wanita, rasa sakit akibat kejang sangat parah sehingga tidak mungkin melakukan hubungan seksual
- Vagina kering
Kekeringan ini mungkin disebabkan oleh menopause dan perubahan kadar estrogen. Estrogen adalah hormon. Bisa juga dari foreplay yang kurang sebelum berhubungan.
- Kelainan di dalam rahim
Ini bisa termasuk pertumbuhan fibroid, jika rahim miring, atau jika rahim turun (jatuh) ke dalam vagina.
- Kondisi atau infeksi tertentu pada ovarium.
- Operasi sebelumnya
Ini mungkin meninggalkan jaringan parut yang bisa menimbulkan rasa sakit.
- Endometriosis (jaringan parut di luar rahim yang tidak berhubungan dengan pembedahan).
- Penyakit radang panggul.
- Menjadi tegang saat berhubungan seks atau tidak bisa terangsang.
Bisakah dispareunia dicegah atau dihindari?
Tergantung pada penyebab dispareunia yang Anda alami, hal ini dapat dicegah melalui pengobatan. Misalnya jika disebabkan oleh kekeringan pada vagina atau kurangnya pemanasan, dapat dicegah dengan penggunaan pelumas seksual.
Pengobatan dispareunia