Jakob Oetama Wafat

Jakob Oetama, Rasa Cintanya kepada Manusia, Pendidikan dan Wartawan . . .

Lewat sebuah pernyataan singkat yakni "Jakob, guru sudah banyak, wartawan tidak," ia pun memantapkan hati.

Tayang:
Editor: Rina Eviana
Arsip Kompas Gramedia
Pendiri Kompas Gramedia Jakob Oetama 

Ia mengabadikan pandangannya ini dalam Tajuk Rencana, 28 Juni 1980, saat harian Kompas berulang tahun ke-15.

Tajuk Rencana Pak Jakob

Kita ingin berkarya bersama-sama memajukan kesejahteraan masyarakat manusia Indonesia dalam makna yang sepenuh-penuhnya.

Artinya sesuai dengan aspirasi, potensi serta harkat martabat manusia dalam posturnya yang majemuk sebagai individu, sebagai warga masyarakat komunitas, sebagai warga masyarakat bangsa dan negara serta warga masyarakat dunia.

Kita menempatkan masyarakat manusia dalam posisinya yang vertikal dan horisontal. Vertikal berarti dalam kaitannya dengan ilahi dan horisontal dalam kebersamaannya dengan sesama manusia lain dalam kaitan keluarga, komunitas, masyarakat bangsa dan negara.

Iman ditempatkan tidak dalam misi penyebarannya, tetapi dalam misi bersama agama-agama yaitu mensublimir totalitas harkat dan martabat manusia beserta segala ekspresi kekaryaan dan eksistensinya.

Yang memberikan makna dan kedalaman dalam hidup manusia dan karena itu juga yang mengembangkan dan meneguhkan persaudaraannya.

Kita hormat akan martabat manusia, karena itu menghormati hak-hak asasinya dan ikut dalam karya besar pembangunan nasional. Karena tujuan dan fungsi pembangunan itu adalah mengusahakan nasib rakyat Indonesia menjadi secara kualitatif lebih baik.

Kita menunjang pembangunan kultur dan struktur demokrasi Pancasila, yang akan mampu di satu pihak menjamin keleluasaan ekspresi serta kreativitas rakyat, bersamaan dengan itu pula menjamin kebersamaan, tanggung jawab serta komitmen mengangkat derajat dan martabat orang banyak. Persepsi kita bukanlah statis, tetapi dinamis.

Yaitu dinamika untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita bersama masyarakat Pancasila. Dalam usaha ikut melaksanakan komitmen-komitmen itu, kita tidak “bermanipulasi” atau “bermain politik”. Kita berusaha harus lurus, apa adanya, menurut yang kita lihat benar dan bermanfaat disertai sikap hormat terhadap pandangan dan pendapat orang lain.

Surat kabar ini karena keyakinannya dan karena realitas masyarakat Indonesia berusaha ikut mengembangkan saling pengertian yang kreatif antara berbagai kelompok subkultur masyarakat dengan tujuan agar masyarakat kita mampu berfungsi dalam keberagamannya.

Dengan demikian ekspresinya terpenuhi dan sekaligus ekspresi diri ini haruslah bermakna dan berfungsi kemajuan serta kesejahteraan bersama. Itulah yang kita pandang sebagai kultur dan infrastruktur sistem masyarakat Pancasila.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jakob Oetama dan Cintanya terhadap Manusia, Pendidikan, dan Wartawan"

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved