Waspadai 7 Penyakit Menular Seksual Berbahaya Akibat Oral Seks

Orang yang melakukan seks oral memiliki risiko tertular atau menularkan penyakit menular seksual (PMS).

Tayang:
Editor: Rina Eviana
Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Sejumlah orang melakukan seks oral sebelum atau sebagai pengganti hubungan seks. Dilansir dari NHS, seks oral adalah perangsangan alat kelamin pasangan dengan mulut, bibir, atau lidah.

Seks oral pada wanita dengan titik rangsang vagina, vulva, dan klitoris dalam dunia kesehatan disebut cunnilingus. Sedangkan seks oral pada pria dengan titik rangsang penis di dunia medis dikenal sebagai fellatio, dan titik rangsang anus disebut anilingus.

Banyak ahli kesehatan menyebut, seks oral bukan jenis seks yang aman bila dibandingkan dengan seks penetrasi alat kelamin. Orang yang melakukan seks oral memiliki risiko tertular atau menularkan penyakit menular seksual (PMS).

Ilustrasi fantasi seksual
Ilustrasi fantasi seksual (bustle)

Pasalnya, seks oral cenderung membuat seseorang bersentuhan langsung dengan cairan dan kotoran dari alat kelamin.

Selain risiko kesehatan fisik, seks oral juga bisa berdampak pada kesehatan mental, terutama bagi pasangan yang salah satunya melakukannya dengan paksaan atau tanpa persetujuan. Untuk itu, seks oral dan aktivitas seksual lainnya perlu dilakukan dengan persetujuan pasangan dan baiknya dilakukan dengan pengaman.

Melansir Better Health, berikut sederet penyakit menular seks terkait bahaya oral seks yang perlu diwaspadai:

1. Infeksi HPV

Virus papiloma manusia atau human papilloma virus (HPV) adalah virus biang kanker serviks, tenggorokan, mulut, dan kanker di sekitar alat kelamin.

HPV adalah virus yang dapat menyerang pria dan wanita. Virus ini bisa menular lewat alat kelamin atau seks oral. Beberapa jenis HPV juga dapat menyebabkan kutil kelamin.

Kutil kelamin tidak dapat disembuhkan, dan hanya bisa dikendalikan dengan obat-obatan atau operasi. Hal yang perlu diwaspadai, infeksi HPV kerap tidak menunjukkan tanda atau gejala sama sekali. Risiko HPV semakin tinggi apabila seseorang kerap berhubungan seks dengan berganti pasangan.

Terdapat dua jenis herpes, yakni herpes mulut dan herpes genital (alat kelamin). Seseorang berisiko tertular salah satu herpes tersebut dari seks oral dan hubungan seks lain tanpa pengaman. Penderita herpes mulut bisa menularkan penyakit saat memberikan seks oral ke alat kelamin pasangannya.

Sedangkan penderita herpes genital bisa menularkan penyakit saat diberi seks oral oleh pasangannya. Terkadang, seseorang bisa terkena herpes tanpa menunjukkan gejala apa pun. Kendati tidak bergejala, penyakit bisa menular lewat kontak dari kulit ke kulit.

3. Gonore, klamidia, hepatitis B, hepatitis C, HIV

Penyakit gonore, klamidia, hepatitis B, hepatitis C, HIV disebabkan oleh virus atau bakteri. Cara penularan penyakit tersebut bisa melalui kontak dengan cairan tubuh penderita yang terinfeksi. Misalkan air mani, cairan pra-ejakulasi, darah, atau cairan vagina.

Cara Penyembuhan Kutil Kelamin, Benjolan Kecil-kecil Akibat Infeksi Menular Seksual

Dengan demikian, seks oral membuat Anda lebih berisiko terkena penyakit menular seksual di atas. Risiko infeksi penyakit menular seksual tersebut jadi lebih besar apabila cairan tubuh mengandung virus bersentuhan langsung dengan luka, bisul, atau bagian tubuh yang meradang

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved