Yogyakarta

Sutrisna Bicara Pendidikan dan Teknologi

Dalam kunjungannya, Sutrisna Wibawa menyampaikan kabar terkait rencananya maju sebagai Bakal Calon Bupati dalam Pilkada Gunungkidul 2020.

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Maruti A. Husna
Rektor Universitas Negeri Yogyakarta, Prof Dr Sutrisna Wibawa, Rabu (2/9/2020) berkunjung ke Tribun Jogja. Kedatangannya diterima GM Bisnis, Daryono, Pemred Ribut Raharjo dan jajaran. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Rektor Universitas Negeri Yogyakarta, Prof Dr Sutrisna Wibawa, Rabu (2/9/2020) berkunjung ke Tribun Jogja.

Kedatangannya diterima GM Bisnis, Daryono, Pemred Ribut Raharjo dan jajaran.

Dalam kunjungannya, Sutrisna Wibawa menyampaikan kabar terkait rencananya maju sebagai Bakal Calon Bupati dalam Pilkada Gunungkidul 2020.

Dikatakan Sutrsina, empat partai menyatakan siap mengusungnya.

Rencananya, Kamis (3/9/2020) malam ini digelar doa bersama, dilanjutkan keesokan harinya, Jumat (4/9/2020) deklarasi, dan pada Sabtu (5/9/2020) melakukan pendaftaran bersama pasangannya, Mahmud Ardi Widanto.

Daftar Pilkada Gunungkidul 2020, Bapaslon Wajib Lakukan Swab Test

Mengusung “Harapan Baru Gunungkidul Maju” Sutrisna memaknainya sebagai pembaharuan dan transformasi.

“Karena ini adalah perkembangan dunia di society 5.0 di mana pusatnya adalah manusia, tetapi didukung oleh teknologi. Teknologi itu ya sampai ke pelosok. Buktinya kita sekarang sekolah dengan teknologi. Bapak ibu di desa pun sudah biasa menggunakan smartphone,” ujarnya.

Menurutnya, Gunungkidul maju dimaknai bahwa harus ada peningkatan kesejahteraan lewat apa pun program yang dijalankan.

“Ada dua sisi kebutuhan dasar, yakni primer dan sekunder. Sandang, pangan, papan, kesehatan, dan pendidikan. Lima ini harus menjadi kebutuhan dasar, ada di level yang sama,” tuturnya.

KPU Gunungkidul Jadikan Si Gunung Maskot Pilkada 2020

Untuk layanan kesehatan pun harus menjadi kebutuhan dasar.

Puskesmas ditingkatkan dengan tidak hanya menunggu, tetapi aktif jemput bola.

Rumah sakit untuk perawatan dan lain-lain.

Ia melanjutkan, demikian pula dengan pendidikan.

Ketika anak-anak menginginkan kemajuan, maka tidak bisa lepas dari pendidikan.

“Pendidikan itu membentuk peradaban baru, tidak sekadar mencerdaskan kehidupan bangsa,” tandasnya.

Sementara, sarana dan prasarana ia tempatkan sebagai kebutuhan sekunder.

Kebutuhan ini tergantung pada lima kebutuhan dasar tadi.

“Sekunder itu yang orang lebih mudah mendapat kemudahan-kemudahan,” imbuhnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved