Yogyakarta

Pameran Tunggal Timbul Raharjo Hadir di Museum Sonobudoyo Jogja

Seniman lukis dan pematung kondang Timbul Raharjo menggelar pameran tunggal bertema Me Myself & I #3 dengan sub-tema transvestite arts, tanggal tangga

Tayang:
Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Ari Nugroho
Istimewa
Seniman lukis dan perupa Timbul Raharjo saat menyampaikan sambutan dalam pameran tunggalnya bertema Me Myself & I #3 dengan sub-tema transvestite arts, Minggu (31/8/2020) malam di Museum Sonobudoyo. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Seniman lukis dan pematung kondang Timbul Raharjo menggelar pameran tunggal bertema Me Myself & I #3 dengan sub-tema transvestite arts, tanggal tanggal 30 Agustus sampai 13 September 2020, di Gedung Pameran Temporer Museum Sonobudoyo, Yogyakarta.

“Tema Me Myself & I terdiri dari tiga kata yang bermakna sama, yakni “keakuan” bertendensi subjektif dan berbahaya bagi perkembangan seni rupa,” ungkap Timbul Raharjo, dalam sambutan acara pembukaan pamerannya, Minggu (30/8/2020) malam.

Menurut dia, sejumlah karya yang dipamerkan dalam kesempatan itu sebagian besar merupakan hasil karya di tahun 2020 ini yang terinspirasi dari perkembangan tren dunia, sehingga karya ini diharapkan dapat pula diminati umum.

"Karya ini saya posisikan di tengah antara fine arts maupun dekoratif. Artinya bisa kiri atau kanan, sehingga bisa masuk ke mana pun," imbuhnya.

Seniman Miftah Rizaq Gelar Pameran Terpenjara: Sebuah Perjalanan untuk Kembali Pulang

Terdapat 30 karya tiga dimensi yang dipamerkan dan 20 karya dua dimensi.

Sebagian besar karya memuat pahatan kuda, banteng maupun singa.

Timbul menyebut, kuda cukup banyak disukai penikmat seni dan di sisi lain Timbul juga mengusung trademark kuda dalam setiap karyanya.

Sementara satu buah karya lainnya berupa singa besar nangkring di Titik Nol Kilometer Yogya.

Timbul mengatakan, karya itu sengaja diletakkan di sana guna mengundang dan menarik perhatian pengunjung dan wisatawan setempat.

“Ditaruh di sana biar jadi daya tarik wisata sekaligus sebagai peringatan bahwa seniman Yogyakarta adalah orang-orang yang tangguh semua, terlebih di saat menghadapi kesulitan karena pandemi Covid-19 ini,” kata dia.

Timbul mengibaratkan singa Petangguh Dua sebagai simbol bahwa Yogyakarta adalah kota yang kreatif, kota yang tangguh dengan seniman yang selalu berkreasi walau dalam keadaan sulit.

Pameran 100 Tokoh dalam Goresan Jeding 2020: Dari Negarawan hingga Seniman

Menurut pria yang juga seorang dosen Jurusan Kriya Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, ada sekitar 10.000 seniman yang terus berkreasi saat ini di DIY, baik yang otodidak maupun akademisi.

“Dengan 10.000 seniman, maka sudah selayaknya Yogyakarta mendapat sebutan sebagai kota kreatif atau bahkan kota paling kreatif di Indonesia,” tuturnya.

Pameran itu sedianya bakal digelar pada Maret lalu, namun karena Covid-19 pameran akhirnya digelar dengan sederhana dengan mengikuti protokol sederhana.

Pameran juga tidak terlalu hingar bingar seperti pameran sebelumnya, tamu undangan hanya sedikit yang hadir dan sebagian besar didominasi oleh pengunjung wisatawan.

Pameran Me, Myself % I #3 ‘Transvestite Arts’ akan berlangsung dari 30 Agustus hingga 13 September dengan penerapan protokol kesehatan pameran yang berlaku. Pameran dibuka setiap hari mulai pukul 09.00-21.00 dan tidak dipungut biaya atau gratis. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved