Sleman

Disdik Sleman Wajibkan Pembina Pramuka Miliki Sertifikat Mahir Dasar dan Lanjut

Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman mewajibkan seluruh pembina Pramuka gugus depan memiliki sertifikat mahir dasar dan mahir lanjut.

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma
Kepala Dinas Pendidikan Kabupeten Sleman, Ery Widaryana saat ditemui wartawan di Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Senin (31/08/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman mewajibkan seluruh pembina Pramuka gugus depan memiliki sertifikat mahir dasar dan mahir lanjut. 

Kepala Dinas Pendidikan Kabupeten Sleman, Ery Widaryana mengatakan Pramuka menjadi ekstrakurikuler wajib yang harus diikuti oleh siswa. Pramuka juga menjadi salah satu penentu kenaikan siswa. 

Untuk itu, pembina Pramuka juga harus memiliki kompetensi yang cukup.

Saat ini sudah ada sekitar 500 pembina Pramuka yang memiliki sertifikat mahir dasar dan mahir lanjut.

Namun demikian masih ada beberapa pembina Pramuka yang belum memiliki sertifikat.

Ribuan Kakak Pembina Pramuka Ikuti Kemah Silbinas Sako SPN 2019 di Bantul

"Kami akan meningkatkan kompetensi pembina Pramuka. Ada kegiatan pelatihan mahir dasar dan mahir lanjut. Semua pembina harus punya sertifikat pelatihan itu,"katanya saat ditemui wartawan di Dinas Pendidikan Kabupeten Sleman, Senin (31/08/2020).

"Kami sedang mendata jumlah pembina, ada sekitar 500 yang sudah memiliki sertifikat mahir dasar dan mahir lanjut. Tetapi mungkin ada pembina yang belum punya, karena biasanya guru yang dianggap punya kemampuan kemudian dijadikan sebagai pembina Pramuka,"sambungnya.

Selain mewajibkan sertifikasi kompetensi pembina, Disdik Kabupaten Sleman juga tengah memperbaiki pengelolaan administrasi.

Dengan demikian, gugus depan (sekolah) bisa melaksanakan musyawarah untuk menentukan program kegiatan. 

"Nanti juga akan disahkan oleh Kamabigus (kepala sekolah), sehingga kepala sekolah juga tahu kegiatan Pramuka seperti apa. Jadi tidak mungkin kepala sekolah tidak tahu,"lanjutnya.

Mimpi Besar Bambang Pramukantoro Ingin Jadikan Persiba Bantul Kiblat Sepak Bola Indonesia

Meski dalam kondisi pandemi COVID-19, kegiatan Pramuka tetap dilakukan, namun secara daring.

Hal itu berkaitan dengan kebijakan Kabupaten Sleman yang belum boleh mengizinkan sekolah tatap muka. 

"Ada beberapa sekolah yang melaporkan bahwa Pramuka tetap jalan, tetapi secara daring. Materi-materi disampikan secara daring. Karena memang saat ini belum boleh tatap muka karena pandemi COVID-19,"ujarnya. 

Sementara itu, Kabid Pembinaan SMP Disdik Kabupaten Sleman, Dwi Warni Yuliastuti menambahkan sekolah bisa melakukan pemetaan materi.

Sehingga meskipun daring, ekstrakulikuler Pramuka tetap bisa berjalan. 

"Sekolah bisa memetakan materi, dipilih materi-materi mana yang bisa didaringkan,"tambahnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved