Pendidikan

UGM Tergabung dalam Konsorsium Perguruan Tinggi Inggris-Indonesia

Konsorsium dapat menjadi penggerak bagi pertukaran dan penyebaran pengetahuan serta transfer teknologi antara Indonesia dan Inggris.

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
UGM Tergabung dalam Konsorsium Perguruan Tinggi Inggris-Indonesia 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama ITB dan IPB tergabung dalam sebuah konsorsium keilmuan interdisipliner dengan sejumlah perguruan tinggi di Inggris yang mendapat dukungan dari pemerintah Indonesia dan Inggris.

Rektor UGM Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., mengatakan konsorsium ini akan berfokus pada riset dan kepakaran dalam rangka membangun ketahanan negara terhadap pandemi global, darurat iklim, dan bencana alam.

Meski demikian, konsorsium ini akan bersifat terbuka dan inklusif dalam hal isu dan disiplin ilmu. 

Inilah Dua Prodi Paling Favorit pada Jalur Seleksi Mandiri UGM 2020

“Konsorsium ini  mendorong kerja nyata dalam berkontribusi sehingga bisa menimbulkan dampak bagi masyarakat,” kata Panut belum lama ini.

Ia menyebutkan, beberapa perguruan tinggi di Inggris Raya yang terlibat dalam konsorsium ini di antaranya University of Nottingham, University of Warwick, dan Coventry University. 

Disepakati konsorsium yang dinamakan UKICIS atau UK-Indonesia Consortium for Interdisciplinary Sciences ini dapat menjadi penggerak bagi pertukaran dan penyebaran pengetahuan serta transfer teknologi antara Indonesia dan Inggris selama 25 tahun ke depan. 

“Lewat konsosium ini kami ingin menguatkan hubungan di bidang pendidikan, ekonomi, dan budaya Indonesia-Inggris melalui berbagai kegiatan dan keterlibatan dengan masyarakat,” paparnya.

Antisipasi Klaster Perkantoran, UGM Gelar Rapid Test Covid-19 Bagi Pegawai

Sementara Dr. Bagus Muljadi, Assistant Professor di bidang Teknik Kimia dan Lingkungan University of Nottingham yang juga merupakan Koordinator UKICIS mengatakan isu soal ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat global akan menjadi pembahasan bagi anggota perguruan tinggi konsorsium ini.

“Ketahanan global akan dieksplorasi dari berbagai sudut pandang interdisipliner oleh para anggota UKICIS,” katanya.

Isu lainnya, menurut Bagus, yang tak kalah penting yaitu strategi pemulihan bisnis setelah krisis keuangan dan ketahanan kebijakan di tengah perubahan sosial dan ekonomi akibat guncangan dampa k pandemi. (TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved