Inilah Penampakan Tsar Bomba, Bom Themonuklir Terkuat di Dunia Milik Uni Soviet

Inilah Penampakan Tsar Bomba, Bom Themonuklir Terkuat di Dunia Milik Uni Soviet

Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Hari Susmayanti
Wikimedia
replika Tsar Bomba 

Kapal perang juga mendekat ke kawasan Novaya Zemlya. Beberapa orang tentgara dan teknisi berjalan-jalan di sekitar episentrum ledakan tanpa alat pelindung.

Panas yang menyengat telah mencairkan sebagian besar salju di situs ini, yang hanya berjarak 1.200 mil dari kutub utara.

Gelombang kejut ledakan itu sangat besar. Bisa dilihat dari struktur kayu bangunan di kawasan berjarak ratusan mil hancur dan kaca-kaca jendela pecah berserakan.

Tsar Bomba atau “Produk 202” tidak pernah digunakan dalam konflik, dan bom sekuat itu juga tidak pernah dibuat lagi.

Perdana Menteri Soviet Nikita Khrushchev pernah sesumbar, secara teknis Soviet memiliki kemampuan lengkap untuk membuat bom thermonuklir dua kali lebih kuat dari Tsar Bomba.

Andrei Sakharov, fisikawan yang membantu merancang bom ini menamainya Big Bomb. Sementara Khrushchev menjulukinya Kuzka Mothers, mengacu pepatah kuno Rusia.

CIA menjuluki bom tes itu "Joe 111". Tapi nama yang lebih populer lahir dari kebanggaan Rusia dan sejarah besar mereka, Tsar Bomba atau Raja Bom.

“Sejauh yang saya tahu istilah itu tidak muncul sampai akhir Perang Dingin,” kata Alex Wellerstein, sejarawan di Institut Teknologi Stevens.

 “Sebelumnya itu hanya disebut bom 50 megaton atau 100 megaton,” lanjutnta seperti ditulis Paul Richard Huard di medium.com.

"Orang Amerika suka menunjukkannya sebagai contoh betapa gilanya Perang Dingin, dan betapa gilanya Rusia," tambah Wellerstein. “Orang Rusia pun bangga akan hal itu,” sambungnya.

Saat ini, Korea Utara adalah negara yang diduga memiliki kemampuan dan mengembangkan bom thermonuklir, selain Rusia, AS dan China.

Beberapa kali Korut mengklaim sukses menguji ledakan bom thermonuklir. Klaim-klaim ini sulit diverifikasi secara independen.(Tribunnews.com/ Sputniknews.com/xna) 
 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved