Update Corona di DI Yogyakarta

BNPB dan BPBD DIY Gelar Simulasi Penanggulangan Bencana Erupsi Merapi pada Masa Pandemi

Pada situasi pandemi, simulasi bencaana dilakukan hanya mencakup geladi ruang dan geladi posko.

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Maruti Asmaul Husna Subagio
BNPB dan BPBD DIY Gelar Simulasi Penanggulangan Bencana Erupsi Merapi pada Masa Pandemi 

Dalam rencana kontingensi, lanjutnya, Kabupaten Sleman berperan sebagai komando dan Provinsi DIY sebagai pendukung dalam penanganan bencana Merapi.

Berdasarkan rekomendasi BPPTKG tingkat bahaya terbagi menjadi bahaya 1 sampai dengan 5.

Adapun yang diujicobakan dalam simulasi kali ini adalah bahaya 4 dan 5. 

"Itu yang kemudian dalam rencana kontingensi disiapkan hal-hal terkait pola komandonya, di mana barak pengungsiannya, proses evakuasi, logistik seperti apa, penanganan kelompok rentan seperti apa. Ini akan disimulasikan siapa melakukan apa di ruangan ini nanti," papar Biwara.

Ia menyebutkan, beberapa pihak yang dilibatkan dalam simulasi di antaranya Pemerintah Kabupaten Sleman, Dinas Sosial, TNI, Polri, PMI, Orari, ambulans, Dinas Perhubungan, dan BPBD DIY.

"Kita latihan dengan pemeran-pemeran di dalam penanganan bencana itu," imbuhnya.

Biwara menambahkan, di situasi pandemi tentunya ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan.

Eko Suwanto: Merapi Waspada, Perlu Simulasi Penanganggulangan Bencana di Tengah Pandemi Covid-19

"Bukan berarti akan terjadi sesuatu di era pandemi ini. Tapi ini menjadi aspek lain yang harus diperhitungkan dalam rencana kontingensi," imbuhnya.

"Karena kalau berjaga jarak, berprotokol kesehatan berdampak pada kapasitas pengungsian, transportasi, semisal satu mobil biasanya muat untuk 6 orang, sekarang kan harus jaga jarak. Demikian juga dengan barak pengungsian," sambungnya.

Sejauh ini, ungkap Biwara, sudah disiapkan barak-barak pengungsian, sister village, dan sebagainya.

"Artinya barak ini didukung oleh tempat-tempat penampungan yang ada di bawahnya, ada keluarga, ada sekolah, dan sebagainya," ucapnya.

"Skenario itu akan kita uji dan tingkatkan dengan praktik, latihan. Ketika terjadi peristiwa itu kan proses koordinasi, komunikasi itu seperti apa. Sinergi antar pemangku peran terkait Merapi," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved