Breaking News:

Yogyakarta

Dinpar Yakini Wisatawan yang Masuk DIY Lebih dari 464.240 Orang

Libur panjang akhir pekan kemarin juga berpengaruh terhadap okupansi hotel bintang 4 dan 5 yang terisi penuh atau 100 persen.

TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak 464.240 wisatawan tercatat telah masuk ke DIY sejak Juli hingga Agustus ini.

Mereka tercatat melalui Visiting Jogja dan berkunjung di 51 destinasi.

Meski demikian Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo meyakini bahwa jumlah wisatawan yang berlibur melebihi dari data yang dicatatkan tersebut.

"Pendataan melalui Visiting Jogja tergantung pengelola dan wisatawan juga. Wisatawan kaitannya dengan reservasi online. Ada peningkatan tapi belum signifikan. Kalau dari pengelola tergantung peralatan karena setelah kami cek ada yang belum siap," ujarnya, ditemui di Kompleks Kepatihan, Senin (24/8/2020).

13.702 Wisatawan Kunjungi Malioboro Selama Long Weekend

Ia menjelaskan bahwa adanya kendala teknis di objek wisata membuat pendataan belum bisa maksimal.

"Kalau dari pengelola tergantung peralatan karena setelah kami cek ada yang belum siap. Ada HP, tapi sistem operasi belum mencukupi atau sudah ada (HP) belum mencukupi (jumlahnya) misal destinasi besar. Tidak hanya satu tapi perlu beberapa device," urainya.

Berdasarkan data di Visiting Jogja, Singgih mengatakan bahwa jumlah wisatawan tidak menunjukan lonjakan yang tinggi melainkan jumlah rata-rata.

Misal pada 16 Agustus lalu, jumlah wisatawan yang masuk tercatat sebanyak  39.000 orang, 17 Agustus sebanyak 24.000 orang, 20 Agustus sebanyak 26.000 orang, 21 Agustus sebanyak 18.000 orang, 22 Agustus sebanyak 28.000 orang, 23 Agustus sebanyak 36.000.

"Lalu Senin (24/8/2020) 334 orang karena banyak yang tutup. Masih uji coba juga karena kesiapan penting. Ini jumlah ter-record, tapi di destinasi (jumlah wisatawan) lebih banyak. Kita akan evaluasi kembali kesiapan destinasi," ungkapnya.

Kunjungan Wisatawan ke Keraton Yogyakarta Alami Peningkatan Selama Long Weekend 1 Muhharam

Selanjutnya, untuk sebaran wisatawan tergantung pada waktu.

Singgih melihat trend persebaran wisatawan dari objek wisata dan menuju pusat kota dipengaruhi oleh waktu pagi hingga malam.

"Trendnya kalau pagi sampai sore di pantai atau wisata tidak di dalam kota. Tapi sor hingga malam mulai ke kota. Kepadatan kita bisa melihat trend begitu. Ada yang menghabiskan sampai sunset di destinasi, baru masuk kota malam hari," jelasnya.

Singgih juga menyinggung bahwa libur panjang akhir pekan kemarin juga berpengaruh terhadap okupansi hotel bintang 4 dan 5 yang terisi penuh atau 100 persen.

"Dari laporan PHRI juga selama long weekend kemarin ada yang menginformasikan sampai dengan 100 persen okupansi terutama bintang 4 dan 5. Tapi 100 persen dari 50 persen yang dishare. Tapi memang ada yang 100 persen beneran. Kemudian untuk bintang 3 ke bawah 30-60 persen," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Kurniatul Hidayah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved