Bisnis

KWT Kartini Kalongan Manfaatkan Pohon Pisang untuk Menambah Ekonomi Keluarga

KWT Kartini turut membantu perekonomian keluarga dengan memanfaatkan pohon pisang.

Tayang:
Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Santo Ari
Anggota KWT Kartini Kalongan menyiapkan olahan pisang. 

TRIBUNJOGJA.COM - Ibu rumah tangga di Dusun Kalongan, Kelurahan Maguwoharjo, Depok, Sleman yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Kartini turut membantu perekonomian keluarga dengan memanfaatkan pohon pisang.

Dengan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina (Persero) mereka kini telah mengembangkan inovasi olahan makanan dengan bahan dasar pisang.  

Ketua KWT Kartini, Diana Listanti mengungkapkan apresiasi kepada Pertamina atas program CSR yang dijalankan kepada kelompoknya dan akhirnya terbentuklah Kampung Wisata Pisang Kalongan.

Ia menuturkan berkat program yang dijalankan Pertamina, banyak masyarakat yang datang ke lokasinya untuk belajar membudidayakan tanaman pisang.

Pertamina Berdayakan Ibu Rumah Tangga di Padukuhan Kalongan

"Kami berharap Kampung Wisata Pisang milik kami dapat menjadi salah satu pusat pembelajaran budidaya pisang di Yogyakarta dan Jawa Tengah bahkan hingga tingkat nasional,” ujarnya.

Sementara Rufi Artanti, sekretaris KWT Kartini Kalongan menceritakan, pada mulanya Pertamina memberikan pelatihan pada tahun 2014 dengan merekrut ibu-ibu dari tiga RW yang ada di Padukuhan Kalongan.  

"Saya ibu rumah tangga, tapi melalui ini saya mendapat pengetahuan bagaimana meningkatkan ekonomi keluarga. Saya cuma di rumah, tapi sekarang saya bisa punya uang sendiri," imbuhnya.  

Di 2015, mereka mendapatkan pelatihan pengolahan pohon pisang dari Pertamina, dan kemudian di 2016 mereka sudah bisa mulai mengolah pohon pisang dari batang hingga buahnya.

PT Pertamina Gencarkan Pembangunan Pertashop

"Pohon pisang ini banyak manfaatnya, tak hanya buah, tapi daun sampai batangnya juga bermanfaat. Dari daun untuk bungkus makanan, buah bisa diolah bermacam-macam makanan, termasuk bonggol pisang dibuat jadi abon bonggol pisang," urainya.

Hasil produksinya antara lain grubi pisang, keripik pisang, pisang krispi, eggroll pisang, pisang wijen, brownies pisang, hingga es krim kulit pisang.

Rata-rata mereka bisa memproduksi hingga 100 olahan tiap bulannya.

Dan hasil olahan dipasarkan melalui showroom mereka, dan disebar di pusat oleh-oleh yang ada di Yogyakarta. 

Sementara itu Anna Ayudhiastuti selaku Unit Manager Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV Jawa Bagian Tengah (JBT) menyatakan kegiatan ini sebagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang dijalankan pihaknya melalui Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Adisutjipto.

Adapun program ini dijalankan dengan memberdayakan Kelompok Wanita Tani (KWT) Kartini yang ada di Padukuhan Kalongan dan beranggotakan 27 orang.

Ia menjelaskan, semula banyak lahan kosong yang belum dioptimalkan di wilayah tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved