Bisnis

Pertamina Berdayakan Ibu Rumah Tangga di Padukuhan Kalongan

Pertamina bersama KWT Kartini kembangkan Kampung Wisata Pisang Kalongan di Sleman.

Tayang:
Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Santo Ari
Anggota KWT Kartini Kalongan menyiapkan olahan pisang. 

TRIBUNJOGJA.COM - PT Pertamina (Persero) bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Kartini kembangkan Kampung Wisata Pisang Kalongan yang terletak di Kelurahan Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman.

Program ini manfaatkan lahan tidur tidak produktif menjadi lahan yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Anna Ayudhiastuti selaku Unit Manager Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV Jawa Bagian Tengah (JBT) menyatakan kegiatan ini sebagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang dijalankan pihaknya melalui Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Adisutjipto.

Adapun program ini dijalankan dengan memberdayakan Kelompok Wanita Tani (KWT) Kartini yang ada di Padukuhan Kalongan dan beranggotakan 27 orang.

PT Pertamina Gencarkan Pembangunan Pertashop

Ia menjelaskan, semula banyak lahan kosong yang belum teroptimalkan di wilayah tersebut.

Kemudian Pertamina bekerjasama dengan kelompok masyarakat setempat menggali potensi yang ada hingga tercetus untuk dijadikan kebun pisang di atas lahan kosong tersebut.

"Lahan dengan luas sekitar 2.685 meter persegi dimaksimalkan untuk menjadi budidaya pisang, tanaman sayuran organik, pengolahan pupuk organik, dan pembuatan pestisida nabati,"  terangnya.

Pertamina juga melakukan melakukan pendampingan dengan mendorong terciptanya berbagai macam produk olahan pisang dalam kemasan.

Produk olahan pisang yang diproduksi di antaranya grubi pisang, keripik pisang, pisang krispi, eggroll pisang, pisang wijen, brownies pisang, hingga es krim pisang.

500 Unit Pertashop Telah Dibangun Pertamina Hingga Agustus 2020

Hasil penjualan produk tersebut menjadi sumber penghasilan bagi anggota kelompok untuk menambah pendapatan keluarga.

Dalam kesempatan itu, Anna juga menyatakan bahwa perempuan merupakan satu dari beberapa pilar terpenting yang menjadi penggerak keluarga bahkan sebagai penggerak masyarakat secara umum di satu wilayah.

"Melalui program kami berharap dapat memberdayakan kelompok ibu-ibu yang ada di Padukuhan Kalongan menjadi kelompok wanita yang mandiri dan berdikari sehingga bisa membantu para suami meningkatkan perekonomian," imbuhnya.

Program ini pun telah mendorong KWT Kartini Kalongan menjalankan unit simpan pinjam untuk membantu masyarakat di padukuhan dalam mengatasi permasalahan ekonomi. (TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved