Tiga Peristiwa Penting Bersejarah di Bulan Muharram yang Perlu Kamu Tahu

Banyak peristiwa besar yang terjadi pada 10 Muharram. Berikut tiga peristiwa penting dan bersejarah yang terjadi pada bulan Muharram

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yoseph Hary W
Money SHARMA / AFP
ILUSTRASI - Umat Muslim tiba untuk melakukan sholat subuh 

2. Nabi Musa dan Tentara Firaun

Allah selamatkan Nabi Musa dan Bani Israil dari tentara Fir’aun dan Allah menenggelamkan Fir’aun bersama tentara-tentaranya di laut merah.

Menurut keterangan dari Ibnu Katsir yang mengutip pendapat beberapa mufassir menjelaskan bahwa Fir’aun berada di tengah-tengah pasukan berkudanya yang berjumlah 100.000 kuda jantan berwarna hitam.

Adapun jumlah keseluruhan pasukan yang menyertainya 1.600.000 orang.

Sementara jumlah Bani Israil yang dikejar tentara Fir’aun berjumlah 600.000 orang.

Lalu, sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah, pada hari itu (10 Muharram), Nabi Musa yang diikuti Bani Israil menjalan puasa.

Sebagaimana diceritakan Abu Hurairah bahwasanya Nabi saw pernah berjalan melewati orang-orang Yahudi yang sedang berpuasa pada hari Asyura, lalu Nabi bertanya, “Puasa apa kalian?,"

Mereka menjawab, “Hari ini Tuhan menyelamatkan Musa dan Bani Israil dari tenggelam, sementara Fir’aun dan tentara-tentaranya ditenggelamkan.

Pada hari ini juga, Tuhan melabuhkan kapal Nuh bi bukit Judi. Oleh sebab itu, pada hari ini Nuh dan Musa berpuasa sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan mereka.

Kemudian, hal ini pun diperjelas dalam HR Ahmad:

“Aku lebih berhak atas Musa dan lebih berhak untuk berpuasa pada hari ini.

Selanjutnya Nabi bersabda kepada para sahabatnya, “Siapa di antara kalian berniat puasa pagi hari ini, hendaklah ia menyempurnakan puasanya. Siapa diantara kalian terlanjur memakan makanan yang dihidangkan keluarganya, maka ia juga menyempurnakan sisa waktu hari ini untuk berpuasa.” HR. Ahmad

3. Kisah Cucu Nabi Muhammad

Husain, cucu Nabi saw. terbunuh di Karbala oleh para penghianat Kuffah, pasukan Yazid bin Mu’awiyah.

Para pembunuh tersebut di antaranya bernama Syamir bin Dzi al-Jausyan, Husain bin Numair, Zur’ah bin Syarik al-Tamimi, Khauli bin Sa’ad al-Asbahi, Sinan bin Anas, dan Mahfaz bin Tsa’labah.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved