Breaking News:

Kriminalitas

Kriminolog: Insiden Jombor Diduga Bukan dari Geng Pelajar

Kriminolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Suprapto menilai, insiden kejahatan jalanan yang menyerang Agung Setyobudi (33) pada Jumat (21/8/2020) dini

Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh
Ilustrasi Klitih 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kriminolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Suprapto menilai, insiden kejahatan jalanan yang menyerang Agung Setyobudi (33) pada Jumat (21/8/2020) dini hari di barat flyover Jombor diduga bukan dilakukan oleh geng pelajar atau yang biasa disebut klitih.

Suprapto berpendapat, kecenderungannya klitih kerap menyerang sesama pelajar. Sementara, Agung merupakan korban yang sudah agak berumur. Meskipun klitih kerap memilih korban secara acak, namun sasaran yang mereka tuju biasanya sesama kalangan pelajar.

"Memang pelaku klitih selalu menyasar orang yang sendirian dan kalau dilihat korban juga sudah bukan remaja lagi dan saya duga ini pelakunya bukan dari geng klitih," jelas Suprapto, Jumat (21/8/2020).

Lebih lanjut dijelaskannya, ada sejumlah hal yang menyebabkan peristiwa itu.

Berdasarkan teori kerumunan, orang mempunyai kecenderungan untuk melakukan perbuatan tidak bertanggung jawab meski terikat dengan norma dan nilai tertentu.

Bupati Sleman Sesalkan Aksi Klitih yang Kembali Terjadi

"Sehingga, dalam kondisi kerumunan di saat kejadian dengan jumlah sepeda motor yang belasan itu ada kontrol yang lemah dan mereka menganggap dirinya kuat," ujar dia.

Selanjutnya diterangkannya, hal itu juga berkaitan dengan teori peniruan, dimana dalam suatu kelompok cenderung memiliki tokoh atau pemimpin kecil yang biasanya menjadi panutan dan rujukan dalam setiap tingkah lakunya.

"Mungkin di saat itu ada yang mengajak. Dan di saat kondisi yang bersama itu rasio mereka cenderung lemah dan terjadi secara spontan," imbuhnya.

Namun demikian, ada yang janggal menurut Suprapto dari kejadian itu. Para pelaku telah lebih dulu menyiapkan senjata. Di sisi lain, jika korban memang merasa tidak memiliki permasalahan dengan pihak lain, dugaan sementara para pelaku memang memiliki tujuan dalam penyerangan itu.

Ada Klitih, Polda DIY Bakal Tingkatkan Pengamanan

"Jangan-jangan memang sudah direncanakan dan bisa jadi sasarannya jelas atau mencari musuh atau bertujuan untuk teror," jelas Suprapto.

Teror tersebut bisa jadi bermaksud luas. Apalagi dalam waktu dekat sejumlah wilayah di DIY akan mengadakan Pilkada serentak. "Bisa pula mempengaruhi anggapan masyarakat terhadap pemimpin yang sekarang," katanya.

"Tapi sekali lagi memang perlu dicek kembali siapa pelaku dan otak dibaliknya karena sasaran dan korbannya bukan seperti yang biasa disasar pelaku klitih," pungkas dia. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved