BREAKING NEWS : Hingga Akhir Agustus, 121 Nakes di Bantul Terkonfirmasi Positif Covid-19
BREAKING NEWS : Hingga Akhir Agustus, 121 Nakes di Bantul Terkonfirmasi Positif Covid-19
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Jumlah tenaga kesehatan di Bumi Projotamansari yang terpapar virus SARS-CoV-2 penyebab covid terus bertambah. Hingga saat ini, total sudah ada 121 tenaga kesehatan yang dinyatakan positif.
"Dari awal sampai perhari ini, total nakes yang positif sudah 121," kata Juru Bicara Percepatan Penanganan Penularan Infeksi COVID-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso, Jumat (21/8/2020).
"Semuanya OTG (orang tanpa gejala)," imbuh dia.
Pria yang disapa Oki tersebut mengungkapkan, tenaga kesehatan yang positif tersebut, merupakan hasil screening massal khusus untuk karyawan Kesehatan dengan jumlah sekitar 6.000 orang.
Sasarannya bukan hanya nakes yang bertugas di puskesmas atau pusat layanan kesehatan tingkat pertama, namun juga di rumah sakit milik pemerintah dan swasta, yang menangani pasien Covid-19.
Ia sendiri mengaku tidak mengetahui pasti penyebab mengapa banyak nakes di Bantul tertular Coronavirus Disease.
Namun berdasarkan hasil evaluasi, beberapa penyebab di antaranya ada yang tertular dari pasien saat memberikan pelayanan. Tetapi ada pula yang tertular di lingkungan pribadi.
Kendati banyak nakes yang positif, namun Oki memastikan tidak berpengaruh terhadap pelayanan kesehatan di Bantul secara umum.
Hanya saja, bagi layanan kesehatan yang tenaga kesehatannya terpapar akan disesuaikan.
Apabila tracingnya cukup banyak maka layanan akan ditutup sementara. Akan tetapi jika kontak tracingnya sedikit maka biasanya hanya akan diberlakukan kebijakan pengurangan kapasitas layanan.
"Misalnya di bangsal rawat inap seharusnya menerima 60 pasien. Tetapi karena ada yang positif, SDM-nya berkurang. Maka cuma menerima layanan 20 pasien," kata dia.
Oki mengatakan, nakes yang positif sebagian sudah ada sembuh dan kembali bekerja, sebagian lainnya masih ada yang menjalani isolasi.
Ada yang ditempatkan di Shelter dan ada pula yang diisolasi di Rumah Sakit Rujukan seperti Rumah Sakit Panembahan Senopati maupun di PKU Muhammadiyah Bantul.
• Kasus Positif Virus Corona di Bantul Meningkat, Sehari Tambah 25 Pasien
Shelter untuk isolasi orang tanpa gejala ada dua yaitu Gedung Saemaul Bambanglipuro dengan kapasitas daya tampung 16 pasien dan Gedung BPSDM Niten Kecamatan Sewon berkapasitas 25 pasien. Dua shelter tersebut memang telah disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bantul, karena melihat kapasitas Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid (RSLKC) di Bambanglipuro sudah hampir limit atau memenuhi ambang batas.
Dari total kapasitas 50 pasien di RSLKC Bambanglipuro, "sekarang sudah ada 30an pasien. Kalau diisi maksimal cuma 40 pasien karena 10 lainnya untuk kohorting," ucap Oki.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/vaksin-corona-indonesia.jpg)