Mulai November, UNY Mulai Gelar Kuliah Tatap Muka Bertahap

Rektor UNY, Prof Dr Sutrisna Wibawa MPd mengatakan, pihaknya akan memulai perkuliahan tatap muka secara bertahap pada November mendatang.

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM / Maruti A. Husna
Rektor UNY, Prof Dr Sutrisna Wibawa, MPd melakukan penandatanganan prasasti dalam acara Peresmian Gedung Pembinaan Karakter UNY, Rabu (19/8/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM,YOGYA - Saat ini, hampir seluruh kegiatan perkuliahan perguruan tinggi di DIY masih dilakukan secara daring.

Namun, beberapa universitas mulai menyiapkan diri untuk membuka kuliah tatap muka terbatas, salah satunya Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Rektor UNY, Prof Dr Sutrisna Wibawa MPd mengatakan, pihaknya akan memulai perkuliahan tatap muka secara bertahap pada November mendatang.

"Untuk perkuliahan kami merencanakan September Oktober masih daring. November kami mulai kuliah tatap muka secara bertahap," ujar Sutrisna dalam acara Peresmian Gedung Pembinaan Karakter UNY, Rabu (19/8/2020).

Sutrisna juga menyampaikan pada saat kuliah tatap muka kelak dibuka, tidak semua ruang kelas akan difungsikan.

Jadwal Tes SKB CPNS 2019 Kabupaten Gunungkidul, Digelar 13 September Mendatang

Viral Bu Tejo Film Pendek Tilik, Kisah Tentang Tradisi Menjenguk Orang Sakit di Yogyakarta

"Kelas tidak akan kami fungsikan seluruhnya. Karena harus jaga jarak. Satu kelas paling banyak diisi 50 persennya. Kami lakukan setengah tatap muka, setengah daring karena kita membutuhkan pendidikan baru di era new normal," terangnya.

Ia menambahkan, setiap mahasiswa, dosen, dan karyawan kelak harus menjalankan protokol kesehatan Covid-19.

"Persoalannya tidak hanya di kampus tetapi juga yang di rumah dan masyarakat. Semua harus mempraktikkan protokol Covid-19. Yang terjadi di rumah kita tidak tahu. Saat ini OTG (orang tanpa gejala) semakin banyak. Penderita masih merasa tidak sakit," tandasnya.

Menurut Sutrisna, pandemi ini masih akan sulit selesai. "Melihat perkembangannya pandemi akan sulit selesai. Tapi setelah vaksin ditemukan kita berharap bisa diminimalisir," ungkapnya.(Tribunjogja/Maruti Asmaul Husna)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved