Kulon Progo
Pemkab Kulon Progo Sediakan Rumah Singgah Teratai bagi Pasien Positif Tanpa Gejala
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo menyediakan tempat isolasi bagi pasien positif tanpa gejala (PTG) di Rumah Singgah Teratai.
Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo menyediakan tempat isolasi bagi pasien positif tanpa gejala (PTG) di Rumah Singgah Teratai.
"Karena orang dengan kategori PTG tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan makanya diisolasi di Rumah Singgah Teratai," tutur Fajar Gegana, Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulon Progo belum lama ini.
Menurutnya, kebanyakan pasien PTG di Kulon Progo secara fisik terlihat sehat namun dapat menularkan Covid-19.
Oleh sebab itu, pasien tersebut hanya membutuhkan isolasi saja karena tidak perlu mendapatkan penanganan khusus seperti pasien positif Covid-19 yang disertai dengan gejala.
• Kemensos RI Tinjau Penyaluran BST dan Sembako di Desa Bojong, Kecamatan Panjatan, Kulon Progo
Ia mencontohkan beberapa kasus terakhir yang terjadi di Kulon Progo yang juga termasuk ke dalam kluster Srikayangan merupakan pasien positif tanpa gejala.
"Kasus 2 pasien PTG terakhir sempat tidak mendapat ruang isolasi akhirnya dimasukkan ke Rumah Singgah Teratai," ucapnya.
Fajar yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Kulon Progo mengungkapkan, sebelumnya Rumah Singgah Teratai merupakan asrama yang diperuntukkan bagi dokter di RSUD Wates.
Oleh sebab itu, fasilitas yang tersedia di Rumah Singgah Teratai juga menyerupai apartemen maupun hotel.
"Selain karena belum dihuni dan merupakan bangunan baru serta pasien PTG kehabisan ruang isolasi akhirnya dimasukkan di situ," kata Fajar.
Rumah Singgah Teratai dibangun 2 lantai dimana lantai bawah terdapat 16 ruang isolasi dan lantai atas juga terdapat 16 ruang isolasi.
Lebih lanjut, Bupati Kulon Progo Sutedjo mengungkapkan keprihatinannya atas penambahan kasus pasien positif Covid-19 di Kulon Progo beberapa terakhir ini yang sangat signifikan.
• Kemensos RI Aktifkan Kampung Siaga Bencana di Kabupaten Kulon Progo
"Ketika Maret sampai Mei kasus positif Covid-19 relatif landai hanya mencapai 10 kasus tetapi mulai Juni sampai Agustus ini penambahan cukup signifikan. Walaupun peningkatan tidak hanya terjadi di Kulon Progo saja, namun juga terjadi di seluruh daerah di DIY. Meskipun secara kumulatif kasus positif Covid-19 di Kulon Progo juga masih rendah dibandingkan di Kabupaten lain," tuturnya.
Oleh sebab itu, melalui Rumah Singgah Teratai diharapkan dapat menekan laju penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kulon Progo yang kebanyakan termasuk ke dalam pasien dengan kategori PTG. (TRIBUNJOGJA.COM)