Gunungkidul
Puluhan Pegawai Terpapar, Sekdinkes Gunungkidul: Ini Risiko Kami
Sekretaris Dinkes Gunungkidul Priyanta Madya Satmaka menyebut terpaparnya para pegawai ini sebagai hal yang wajar mengingat mereka dekat dengan resiko
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Sebanyak 21 pegawai Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul dinyatakan terpapar COVID-19.
Kabar ini diketahui setelah hasil pengujian swab dari laboratorium keluar pada Sabtu (15/08/2020) kemarin.
Sekretaris Dinkes Gunungkidul Priyanta Madya Satmaka menyebut terpaparnya para pegawai ini sebagai hal yang wajar mengingat mereka dekat dengan risiko penularan.
"Sejak pertengahan Maret, saat pandemi COVID-19 bergulir, kami tak pernah berhenti aktif setiap hari," kata Priyanta saat jumpa pers di Bangsal Sewokoprojo Wonosari, yang juga disiarkan secara online kemarin malam.
• 21 Pegawai Positif COVID-19, Dinkes Gunungkidul Ambil Langkah Darurat
Menurutnya, keaktifan para pegawai dimulai dari kegiatan monitoring yang tak henti dilakukan setiap harinya ke lapangan.
Monitoring berupa penelusuran kasus hingga interaksi langsung saat berada di fasilitas kesehatan (faskes).
Priyanta mengatakan pihaknya juga berupaya untuk meminimalisir pertemuan, dengan berkoordinasi secara teleconference.
Namun kendala sinyal di sejumlah wilayah membuat pertemuan tatap muka tetap dilakukan, dengan protokol kesehatan ketat.
"Ada beberapa wilayah tempat rekan kami bertugas sulit sinyal, sehingga mereka harus datang langsung ke Dinkes untuk koordinasi," jelas Priyanta.
Ia membuka kemungkinan bahwa para pegawai yang dinyatakan terpapar ini juga mengalami kontak erat di luar kegiatan Dinkes.
Hal ini sangat mungkin terjadi lantaran para pegawai juga ada aktivitas lain di luar rumah.
• Jumlah Pasien Baru COVID-19 & Peta Sebarannya di Yogyakarta, Sleman, Bantul, Gunungkidul, Kulonprogo
Priyanta pun menyebut berita ini menjadi "hadiah" bagi Dinkes Gunungkidul. Sebab pihaknya sangat menyadari bahwa mereka berada di garda terdepan penanganan COVID-19, sehingga resiko penularan sangat potensial.
"Ini resiko yang harus kami hadapi, meski sudah menjalani protokol kesehatan ketat," katanya.
Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi menyatakan kondisi ini bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat.
Sebab penularan COVID-19 disebutnya tidak pandang bulu, termasuk pegawai kesehatan sekaligus.
Ia pun mengimbau masyarakat tetap disiplin pada protokol kesehatan dan saling mengingatkan.
Sebab menurutnya masyarakat saat ini mulai abai terhadap pencegahan dasar seperti pemakaian masker dan jaga jarak.
"Tempat-tempat publik seperti rumah ibadah perlu berkoordinasi, kalau perlu ditutup dulu untuk mencegah penyebaran," kata Immawan.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sekretaris-dinas-kesehatan-dinkes-gunungkidul-priyanta-madya-satmaka.jpg)