Ketika Layang-layang Merah Putih Menghiasi Langit Pantai Parangkusumo
Puluhan atau bahkan ratusan, layang-layang terbang menghiasi pemandangan langit di sana.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Suasana berbeda terlihat di Pantai Parangkusumo, pada Minggu (16/8) siang.
Puluhan atau bahkan ratusan, layang-layang terbang menghiasi pemandangan langit di sana.
Menariknya, nuansa layang-layang yang diterbangkan hampir seragam, merah dan putih.
Ya, layangan nuansa merah putih sengaja diterbangkan serentak untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan Indonesia.
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Persatuan Layang-layang Indonesia (Pelangi) Yogyakarta, mengajak serta partisipasi warga masyarakat.
Alhasil, banyak warga antusias dan ikut berpartisipasi menerbangkan layang-layang merah putih.
Satu di antaranya adalah Irene. Ia sengaja datang dari Surabaya kerena ingin memeriahkan acara dengan bermain layang-layang di tepian pantai.
"Saya sengaja datang dari Surabaya. Ingin ikut memeriahkan acara," katanya.
Ia datang ke pantai selatan Bantul itu dengan membawa layangan berbentuk Bendera merah putih selebar 4 meter persegi.
Pantauan dilokasi, layangan dengan nuansa merah putih terlihat Semarak.
Bukan hanya berbentuk bendara saja, ada juga bentuk naga, animal katak, hingga burung Garuda. Semuanya terbang bersama-sama. Menghiasai cerahnya langit.
Pengurus Pelangi Yogyakarta, sekaligus inisiator kegiatan, Aji Marutahara, mengatakan, menerbangkan layang-layang bernuansa merah putih merupakan salah satu cara untuk memaknai dan meramaikan semarak Kemerdekaan Indonesia.
Menurutnya, kegiatan tersebut dilakukan serentak. Ia mengaku janjian dengan para pegiat layang-layang dari pelbagai daerah lain di Indonesia. Seperti Lampung, Jakarta, Tulungagung, Surabaya hingga Bali.
"Kami janjian ingin menaikkan layang-layang dua hari. Ada yang hari ini dan besok," terang dia.
Aji menyebut, menerbangkan layang-layang dengan Nuansa merah putih merupakan cara bagi dirinya untuk mengekpresikan rasa cinta kepada Indonesia.
Di momentum kemerdekaan, pihaknya berpesan kepada para pecinta Layang-layang untuk mengasah kreativitas dan senantiasa melestarikan permainan tradisional yang sudah ada sejak zaman nenek moyang itu.
"Kami berharap layang-layang tetap dipertahankan. Ini permainan sederhana rakyat, milik rakyat. Jangan dilarang," harap dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/layang-layang-merah-putih-diterbangkan-menghias-langit-pantai-parangkusumo-minggu-168.jpg)