Breaking News:

Kisah Pengendara Motor Berplat "Malas Kredit" di Garut Ditilang Polisi, Sempat Mau Kabur

Kisah Pengendara Motor Berplat "Malas Kredit" di Garut Ditilang Polisi, Sempat Mau Kabur

Editor: Hari Susmayanti
KOMPAS.COM/ARI MAULANA KARANG
Seorang anggota Satlantas Polres Garur memunjukan sepeda motor berplat nomor tidak lazim karena hanya bertuliskan Malas Kredit (Foto Dok Satlantas Polres Garut) 

TRIBUNJOGJA.COM, GARUT - Sebagian kecil pemilik kendaraan biasanya menggunakan nomor plat khusus atau sering disebut nomor plat cantik untuk motor atau mobil miliknya.

Nomor plat cantik tentunya sudah ada aturan resminya dari kepolisian.

Namun tak jarang pula ada warga yang nekad memasang nomor plat cantik namun tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

Seperti yang dilakukan oleh pria di Garut, Jawa Barat ini.

Pria yang tak disebutkan namanya ini bukannya memasang plat cantik di motor Astrea keluaraan tahun 90-an ini, namun plat yang tak lazim.

Jika biasanya plat berisi angka, pria di Garut ini memasang plat yang bertuliskan "Malas Kredit".

Tentunya apa yang dilakukan oleh pria itu menyalahi aturan lalu lintas.

Alhasil, pria tersebut pun ditilang oleh polisi.

Kasatlantas Polres Garut AKP Asep Nugraha ketika dihubungi Jumat (14/8/2020) mengungkapkan, motor berplat nomor "Malas Kredit" tersebut, ditilang pada Kamis (13/8/2020) siang.

 Yakni saat anggota Satlantas Polres Garut melakukan penindakan terhadap pelanggaran lalulintas di ruas jalan Ahmad Yani, tepatnya di Bundaran Suci, Kecamatan Karangpawitan.

Menurut Asep, pengemudi motor Honda Astrea berwarna hitam tersebut, sempat akan memutarbalik kendaraannya begitu mengetahui ada anggota polisi sedang melakukan penindakan.

Namun, anggota Satlantas menghentikan kendaraan tersebut.

"Pengemudinya sempat akan memutar arah saat mengetahui ada polisi, tapi dihentikan anggota," katanya.

Setelah diperiksa, menurut Asep, sang pengendara kendaraan tersebut mampu menunjukan kelengkapan seperti SIM dan STNK motor.

Namun, ternyata STNK motornya sudah mati karena pajaknya tak dibayar sejak tahun 2015.

"Sekarang kendaraannya diamankan di Mapolres Garut," katanya.

Asep menambahkan, pemilik motor bisa mengambil kembali kendaraannya ke Mapolres Garut.

Namun, harus membawa plat nomor asli motor tersebut dan bukti kepemilikan yang sah.

"Kita juga menghimbau agar pemiliknya bisa membayar pajak kendaraannya yang mati sejak tahun 2015," katanya.

Hari Pertama Tilang Elektronik di DIY, Ditlantas Rekam 30 Pelanggar

Jenis Pelanggaran, Denda dan Cara Bayar Denda Tilang Elektronik yang Akan Berlaku Besok di DIY

Polda DIY Terapkan Tilang Elektronik

Petugas kepolisian lalu lintas (Polantas) Polda DIY menyosialisasikan layanan ETLE atau tilang elektronik di Titik Nol Kilometer Yogya Rabu (12/8/2020).
Petugas kepolisian lalu lintas (Polantas) Polda DIY menyosialisasikan layanan ETLE atau tilang elektronik di Titik Nol Kilometer Yogya Rabu (12/8/2020). (TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon Pinsker)

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda DIY akan memberlakukan layanan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik, mulai hari ini Kamis (13/8/2020).

Pemberlakuan sistem tilang elektronik ini akan dilakukan di seluruh wilayah DIY.

Peluncuran secara resmi akan dilangsungkan di Mapolda DIY.

Dirlantas Polda DIY, Kombes Pol I Made Agus Prasetya, mengatakan guna memastikan pemahaman dan sosialisasi yang tepat kepada masyarakat pihaknya akan menyampaikan informasi terkait pemberlakukan ETLE secara menyeluruh di wilayah DIY.

"Program ini merupakan sistem penegakan hukum secara elektronik, dan kami harapkan bisa mendukung Yogyakarta sebagai smart city," jelas Made Agus di sela sosialisasi pemberlakuan ETLE, Rabu (12/8/2020) di Titik Nol Kilometer Yogya.

Made Agus menyatakan, pada program ini kepolisian akan dibantu dengan perangkat kamera yang didukung dengan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam mengawasi pelanggaran lalu lintas oleh pengendara.

"Nanti pelanggaran yang terdeteksi oleh kamera pengawas akan langsung di capture seluruh pelanggaran secara otomatis," kata dia.

Namun demikian, di masa pandemi Covid-19 pihaknya masih mengedepankan penegakan secara represif non yustisial.

Artinya, pelanggar masih diberi kelonggaran yakni berupa teguran dan imbauan agar tidak kembali melakukan pelanggaran yang dilakukan.

Saat ini, untuk tahap pertama pihaknya telah memasang layanan itu di empat titik yakni Tambakromo Wates, Ngabean, Maguwo dan daerah Ketandan menuju Gunungkidul.

Di titik-titik tersebut sudah terpasang CCTV dan slide kamera dengan sensor sedemikian rupa untuk mengawasi pengendalian dan merekam semua pelanggaran yang terjadi.

"Mekanismenya nanti jika terdeteksi pelanggaran, kamera akan meng-capture dan mengirim data ke back office kami di RTMC Polda DIY.

Kemudian tim akan verifikasi selama tiga hari dan surat pelanggaran akan dikirim ke alamat pelanggar. Lalu diberikan tenggat waktu lima hari untuk mengkonfirmasi melalui website maupun kantor Ditlantas Polda DIY," ujarnya.

Setelah itu, pelanggar akan diberikan kode BRI Virtual Account (BRIVA) untuk menyelesaikan pembayaran selama tujuh hari.

Jika selama 15 hari tidak melakukan pembayaran dan konfirmasi, pihaknya akan memblokir STNK pengendara yang melanggar.

"Namun saya tegaskan, di masa pandemi ini kita sifatnya masih mengimbau dulu.

Nanti ada petugas yang mengawasi untuk mengingatkan ke alamat pelanggar. Kita juga akan terus menerus melakukan sosialisasi," imbuhnya.

Made Agus menyatakan, untuk menghindari kesalahpahaman di lapangan seperti kendaraan yang belum melakukan balik nama, maupun yang telah lama hilang atau digunakan okeh orang lain untuk tindak pidana kejahatan, surat pelanggaran yang dikirim oleh petugas masih bisa dikonfirmasi beberapa hari oleh pemilik.

"Makanya metode kami tadi adalah surat konfirmasi, jadi kemungkinan kendaraan pelanggar itu bukan pemilik langsung itu ada. Jadi kita tetap melacak dari capture awal dan kami minta juga kepada pemilik kendaraan yang jadi korban pencurian untuk membalik nama," pungkas Made Agus. (Kompas.com/Tribunjogja)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pakai Plat Nomor "Malas Kredit", Sepeda Motor Warga Garut Ditilang Polisi

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved