Breaking News:

Bisnis

Pertumbuhan Penggunaan QRIS dalam Bertransaksi di DIY Capai 240 Persen

Bank Indonesia (BI) DIY tengah memperluas penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai transaksi pembayaran selama pandemi Covid-

TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Deputi Direktur Bank Indonesia DIY Miyono 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bank Indonesia (BI) DIY tengah memperluas penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai transaksi pembayaran selama pandemi Covid-19.

Melalui metode ini, penjual dan pembeli tak perlu menggunakan uang tunai, di mana uang tersebut berpotensi sebagai media penyebaran virus.

Deputi Kepala Perwakilan BI DIY Miyono menjelaskan, pertumbuhan penggunaan QRIS sejak akhir Desember 2019 hingga Juli 2020 telah mencapai 240% dengan jumlah penyedia barang dan jasa mencapai 109.000 merchant di DIY.

"Pertumbuhan penggunaan QRIS di DIY sangat luar biasa, bahkan capaian pertumbuhan tersebut merupakan nomor satu nasional. Jika dari capaian jumlah merchantnya, DIY berada di posisi nomor delapan nasional," ujar Miyono, Kamis (13/8/2020) kemarin.

BPD DIY Ajak Pedagang Gunakan Mobile Banking dan QRIS

Dijelaskannya, QRIS adalah standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari BI, dimana satu QR Code dapat dipindai oleh seluruh aplikasi yang menyediakan pembayaran dengan QR Code.

Dengan standar QR Code, penyedia barang dan jasa (merchant) tidak perlu memiliki QR Code berbeda-beda dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP).

Miyono mengatakan, penggunaan QRIS ini bertujuan untuk mendorong efisiensi dan kecepatan bertransaksi serta meningkatkan keuangan inklusif.

Dan pada pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi DIY ketika memasuki era kenormalan baru.

Selain itu, metode ini juga dapat mencegah peredaran uang palsu. Ia menilai, QRIS sangat efisien bagi perbankan maupun fintech dompet digital sekaligus menguntungkan bagi merchant karena nyaris tidak ada biaya yang dikeluarkan.

Sistem ini dapat berjalan dengan hanya menggunakan stiker atau kertas print barcode.

Konsumen pun tak perlu repot membawa uang fisik di masa pandemi covid-19 saat ini.

Peluncuran QRIS Pembayaran Non-tunai Bank BPD DIY Sekaligus Panen Bawang Merah di Nawungan

"Manfaatnya pembeli dan penjual tidak perlu menyediakan uang tunai sehingga meminimalisir transaksi uang tunai yang rentan sebagai salah satu media penyebaran Covid-19. Dengan QRIS, proses transaksi dapat lebih aman dan tercatat di platform digital yang digunakan," urainya.

Lebih lanjut, Miyono menerangkan, untuk menggenjot penggunaan QRIS di DIY, pihaknya menggerakan mahasiswa di DIY yang tergabung dalam Generasi baru Indonesia (GenBi) QRIS Army.

Anak muda ini akan menyisir daerah mana yang belum menggunakan QRIS dan informasi tersebut diteruskan ke BI.

Dari sana, BI akan bekerjasama dengan PJSP dan Bank BPD DIY untuk langsung bergerak memasang QRIS.

"Transaksi yang kecil bisa menggunakan QRIS sedangkan bagi transaksi yang nominalnya besar dapat menggunakan mobile banking bekerjasama dengan Bank BPD DIY. Jadi pedagang bisa melakukan aktivitas transaksi secara non tunai baik melalui QRIS maupun mobile banking Bank BPD DIY tersebut," terangnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Santo Ari
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved