Sleman
Detik-detik Proklamasi, BPBD Sleman Akan Bunyikan 20 EWS
Dalam rangka memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia ke 75, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman akan membunyikan Early Warning Syste
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dalam rangka memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia ke 75, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman akan membunyikan Early Warning System (EWS).
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman, Makwan mengatakan ada sekitar 20 EWS yang akan dibunyikan. EWS tersebut akan dibunyikan beberapa menit pada detik-detik proklamasi, sekitar pukul 10.00.
"Pada detik-detik nanti akan membunyikan sirine, untuk memperingati Kemerdekaan RI ke-75. Ada sekitaran 20 sirine,"katanya, Jumat (14/08/2020).
Sirine tersebut, lanjutnya, tersebar di empat kecamatan. Empat kecamatan yang akan membunyikan EWS adalah Ngemplak, Cangkringan, Pakem, dan Turi.
Membunyikan EWS saat detik-detik proklamasi memang sudah menjadi hal yang rutin. Namun demikian, pihaknya tetap melakukan sosialisasi kepada warga.
• Proklamasi Kemerdekaan dan Lagu Indonesia Raya Bergema di The Clouds Festival Los Angeles
Sosialiasi tersebut menurut dia sangat penting. Sebab EWS dibunyikan jika terjadi kedaruratan saja.
Dengan adanya sosialisasi, maka warga sekitar tidak akan panik.
"Ya tetap kami lakukan sosialisasi. Kalau tidak (sosialisasi) nanti bisa geger. Sosialisasi tetap dilakukan lah,"lanjutnya.
Selain EWS, rencananya juga akan menyalakan sirine ambulans. Namun rencana tersebut tentatif.
"Kalau stand by mungkin dibunyikan. Kalau tidak ya tidak. Upacara saja kan dibatasi," sambungnya.
• Naskah Pidato 17 Agustus Bung Karno Versi Lengkap Sesaat Sebelum Proklamasi Kemerdekaan
Hingga saat ini, pihaknya masih terus melakukan perawatan rutin. Hal itu untuk memastikan EWS dapat berfungsi dengan baik.
"Ada penjaga yang selalu melakukan perawatan. Untuk perawatan, petugas akan membunyikan, tetapi kecil. Biasanya kerusakan terjadi karena tersambar petir. Kadang juga jadi rumah semut. Bahkan pernah dicuri. Jadi memang butuh perawatan supaya bisa digunakan sebagaimana mestinya,"tambahnya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-sleman_20180731_185753.jpg)