HUT ke 74 RI

Naskah Pidato 17 Agustus Bung Karno Versi Lengkap Sesaat Sebelum Proklamasi Kemerdekaan

Sebelum pembacaan teks proklamasi, Bung Karno terlebih dahulu membacakan naskah pidato pengantar yang menggambarkan bagaimana perjuangan Indonesia

Tayang:
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
Foto karya Frans Mendur
Foto karya Frans Mendur yang mengabadikan Presiden Soekarno membacakan naskah proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 

Naskah Pidato 17 Agustus Bung Karno Versi Lengkap Sesaat Sebelum Proklamasi Kemerdekaan

TRIBUNJOGJA.COM - 17 Agustus 1945, Bung Karno di hadapan rakyat Indonesia memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Teks proklamasi itu dibacakan tepatnya pada pukul 10.00 WIB di Jalan Pegangsaan Timur, No 56 Jakarta Pusat oleh Soekarno yang diampingi Mohammad Hatta.

Adapun sebelum pembacaan teks proklamasi, Bung Karno terlebih dahulu membacakan naskah pidato pengantar yang menggambarkan bagaimana keputusan proklamasi kemerdekaan ini diambil.

Berikut naskah Pidato 17 Agustus Bung Karno versi lengkap sesaat sebelum proklamari kemerdekaan :

Saudara-saudara sekalian !

Saya telah minta saudara-saudara hadir di sini untuk menyaksikan satu peristiwa maha penting dalam sejarah kita.

Berpuluh-puluh tahun kita bangsa Indonesia telah berjuang, untuk kemerdekaan tanah air kita. Bahkan telah beratus-ratus tahun !

Gelombangnya aksi kita untuk mencapai kemerdekaan kita itu ada naiknya dan ada turunnya, tetapi jiwa kita tetap menuju ke arah cita-cita.

Juga di dalam jaman Jepang, usaha kita untuk mencapai kemerdekaan nasional tidak berhenti-henti.

Di dalam jaman Jepang ini , tampaknya saja kita menyandarkan diri kepada mereka. Tetapi pada hakikatnya, tetap kita menyusun tenaga kita sendiri, tetap kita percaya kepada kekuatan sendiri.

Sekarang tibalah saatnya kita benar-benar mengambil nasib bangsa dan nasib tanah air di dalam tangan kita sendiri.

Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri, akan dapat berdiri dengan kuatnya.

Maka kami tadi malam telah mengadakan musyawarah dengan pemuka-pemuka rakyat Indonesia, dari seluruh Indonesia.

Permusyawaratan itu se-ia sekata berpendapat bahwa sekaranglah datang saatnya untuk menyatakan kemerdekaan ita.

Saudara-saudara, dengan ini kami nyatakan kebulatan tekad itu.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved