Update Corona di Magelang

Dampak Pandemi, 342 Pekerja di Kota Magelang Dirumahkan, 23 Di-PHK

Data ini sejak bulan Maret 2020 lalu, ketika pandemi dan seluruh kegiatan dibatasi.

Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Gaya Lufityanti
internet
logo Pemkot Magelang 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Dampak pandemi, ada sekitar 23 orang pekerja yang terkena pemutusan hak kerja (PHK) di Kota Magelang.

Sementara itu, ada 342 orang pekerja lainnya yang dirumahkan.

Terbesar, mereka dari sektor pariwisata, restoran, swalayan, dan transportasi.

"Kemarin yang dilaporkan ke kami, yang di PHK, ada 23 orang. Yang dirumahkan ada 342 orang. Banyak dan terbesar di pariwisata. kemudian di transportasi. Beberapa di swalayan, restoran," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Magelang, Gunadi Wirawan, Selasa (11/8/2020).

Insentif Pekerja Formal dengan Pendapatan di Bawah Rp 5 Juta di Kota Magelang Diberikan di September

Data ini sejak bulan Maret 2020 lalu, ketika pandemi dan seluruh kegiatan dibatasi.

Meski demikian, tidak ada perkembangan signifikan pada jumlah PHK.

Namun, ada sekitar 342 orang yang mengalami perubahan, sejak aktivitas mulai dilonggarkan.

"Data mulai maret. Itu mungkin naik turunnya yang 342 orang itu. Masih relatif stabil," tutur Gunadi.

Sebagian pekerja, kata Gunadi, tidak puas dengan pemutusan hak kerja ini.

Mereka tidak puas karena kompensasi yang diberikan tidak sesuai.

Disnaker pun menerima aduan dari para tenaga kerja tersebut.

Unik, Lemari Makan Gratis Ajak Warga Jogja Berbagi di Tengah Pandemi Covid-19

Ada 15 orang yang melaporkan hal ini.

"Sebagian ada yang tidak puas di PHK, tidak puas kompensasi yang tak sesuai. Beberapa mengadu ke tenaga kerja sekitar 15 orang. Namun, yang sudah selesai 13 orang," katanya.

Gunadi mengatakan, karyawan yang dirumahkan rata-rata tetap mendapatkan gaji sesuai jam kerja mereka.

Secara jam kerja dikurangi, sehingga gaji mereka dipangkas dan rata-rata mendapatkan 50 persen saja.

"Yang dirumahkan masih sebagai karyawan. Rata-rata 50 persen masih dapat gaji. Jam kerja dikurangi. Kompensasi gaji menyesuaikan. Dihitung dengan jam kerja," tuturnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved