Sakatoya Rilis Karya Seni Bertajuk "Vulcrum : a Sonic Anthology" Bertahan Hidup di Tengah Pandemi
Sakatoya Rilis Karya Seni Bertajuk "Vulcrum : a Sonic Anthology" Bertahan Hidup di Tengah Pandemi
Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Komunitas Sakatoya adalah sebuah kolektif seni yang bergerak di wilayah manajemen seni dan produksi karya teater.
Komunitas ini menjadi salah satu yang ikut andil menggairahkan skena pertunjukan seni, mulai dari teater, musik hingga pertunjukan kolaborasi lintas bidang.
Baru baru ini sebuah proyek seni bertajuk Vulcrum : a Sonic Anthology mereka rilis.
Proyek seni ini menyajikan pertunjukan kolaboratif antara seni musik dan teater. Jenar Kijing adalah sosok utama baik di belakang maupun di depan layar dari lahirnya proyek di bawah naungan Komunitas Sakatoya ini.
Pertunjukan Vulcrum : a Sonic Anthology ini didokumentasikan secara live.
Ada 11 audio track yang sejatinya merupakan lagu-lagu karya Jenar Kijing dan Komunitas Sakatoya yang dibuatkan dalam format video performance.
Jenar Kijing menuturkan, semangat dan pesan yang ingin disampaikan dalam Vulcrum : a Sonic Anthology adalah tentang salah satu cara bertahan hidup dengan mengupayakan semua talenta yang dimiliki sehingga bisa tetap semangat menghadapi situasi seperti saat ini.
"Proyek seni kali ini memang hasil dari gagasan bareng bareng dengan teman-teman di Komunitas Sakatoya. Kami ingin bisa bersama-sama saling mendukung sehingga bisa melewati situasi pandemi saat ini dengan tetap berkarya," ungkap Jenar Kijing usai hadir dalam bincang komunitas di Studio Sudirman 52 Tribun Jogja belum lama ini.
Karya bertajuk Vulcrum a Sonic Anthology ini dirilis dalam bentuk serupa box set, terdiri dari flashdisk berisi materi video live performance, Tote bag,t shirt dan blocknote story.
Selain itu, bundling paket karya ini juga dilengkapi beras kemasan satu kilogram dan sebuah makanan kejutan.
Ninda salah satu pegiat Komunitas Sakatoya menuturkan, paket karya yang di dalamnya berisi beras dan makanan kejutan ini memang sengaja dihadirkan dalam rangka saling mendukung perekonomian para pelaku kesenian.
"Mungkin terdengar tak lazim ada bundling beras segala. Justru ini upaya kami melalui seni bisa mengajak bidang lain berkolaborasi untuk sama-sama mendukung sehingga tercipta kemandirian ekonomi," ungkap Ninda.
Ninda menambahkan, untuk menumbuhkan kesadaran berbagi, pembeli paket bundling karya Vulcrum a Sonic Anthology ini dipersilakan memberikan biaya apresiasi sendiri di luar ongkos produksi.
Hal ini sebagai bentuk dukungan terhadap sikap terbuka dalam mengapresiasi sebuah karya.
"Harga yang telah ditetapkan adalah harga ongkos produksi saja dalam paket bundling karya Vulcrum a Sonic Anthology ini. Silahkan masing-masing yang ingin membeli karya ini memberikan biaya apresiasi sesuai takaran pribadi," imbuh Ninda.
• Produk Buatan Mahasiswa Amikom Yogyakarta Youth Communication Academy, Cetak Berbagai Prestasi
• Nyaman Saat di Depan Lensa Kamera
• Honda C70 Tahun 1977 Hijau Ini Selalu jadi Pusat Perhatian di Jalanan, Ini Keistimewaanya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sakatoya-rilis-karya-seni-bertajuk-vulcrum-a-sonic-anthology-bertahan-hidup-di-tengah-pandemi.jpg)