Gejalanya Sering Mirip, Kenali Penyebab Serta Beda Penyakit Asma dan Pneumonia

Asma dan pneumonia sama-sama bisa membuat penderitanya mengalami sesak napas, batuk, peningkatan denyut nadi dan laju pernapasan.

Editor: Rina Eviana
Shutterstock/Twinsterphoto
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Penyakit Asma dan Penumonia adalah penyakit yang sama-sama mempengaruhi paru-paru.

Keduanya gejalanya sering mirip yakni sulit bernafas alias sesak nafas. Karena sekilas memiliki gejala yang serupa sehingga sulit membedakannya.

Faktanya, Asma adalah kondisi kronis yang menyebabkan peradangan periodik dan penyempitan saluran udara.

penderita asma
penderita asma (IMAGE.IE)

Penyakit ini mempengaruhi bronkus utama, yang merupakan dua tabung yang bercabang dari trakea (batang tenggorokan).

Sayangnya, asma tidak dapat disembuhkan namun gejalanya bisa dikelola agar tidak membahayakan nyawa penderitanya.

Sedangkan Pneumonia adalah infeksi paru-paru yang menyebabkan peradangan pada kantung udara.  

Kondisi ini bisa menyebabkan penumpukan cairan di paru-paru. Berbeda dengan asma, pneumonia bisa disembuhkan.

Meskipun gejalanya mirip, asma dan pneumonia adalah penyakit yang berbeda dan memerlukan metode pengobatan yang berbeda pula.

Beda asma dan pneumonia

Orang yang memiliki kondisi pernapasan kronis seperti asma berisiko lebih tinggi terkena pneumonia.

Menurut Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), orang yang mengalami asma dan terserang flu berisiko tinggi mengalami pneumonia.

Dua Cara Mengetahui Kadar Gula Dalam Darah Penderita Diabetes atau Pradiabetes

Hingga saat, kortikosteroid inhalasi menjadi pengobatan yang efektif untuk mengatasi asma.

Sayangnya, obat tersebut juga bisa meningkatkan risiko infeksi pernapasan dan pneumonia.

Ilustrasi pneumonia atau radang paru-paru
Ilustrasi pneumonia atau radang paru-paru (IST)

Asma dan pneumonia sama-sama bisa membuat penderitanya mengalami sesak napas, batuk, peningkatan denyut nadi dan laju pernapasan.

Namun, asma bisa membuat seseorang mengalami mengi sedangkan pneumonia tidak menyebabkan gejala tersebut.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved