Kota Yogyakarta
Sudah Direstui Gubernur, Proyek Integrasi Objek Wisata di Kali Gajah Wong Terkendala Pandemi
Pemkot Yogyakarta tengah berupaya mengintegrasikan beberapa wisata air di wilayahnya menjadi satu akses, melalui program gandeng gendong.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta tengah berupaya mengintegrasikan beberapa wisata air di wilayahnya menjadi satu akses, melalui program gandeng gendong.
Namun, rencana yang sudah digodong secara matang itu terkendala wabah Covid-19
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, sejumlah objek yang bakal dientegrasikan itu seluruhnya berada di sisi selatan, serta tidak jauh dari batas wilayah Kabupaten Bantul.
Yakni, meliputi Taman Legawong, Dermaga Cinta, hingga Bendung Lepen.
"Jadi, akan kita integrasikan potensi yang ada di daerah di sisi selatan ini. Selain Taman Legawong, Dermaga Cinta dan Bendung Lepen, di kawasan ini juga masih ada kebun buah di Mrican dan Malangan yang potensinya sangat bisa kita gandengkan," katanya, Rabu (5/8/2020).
• Perpanjangan Tanggap Darurat, Pemkot Yogyakarta Perkuat Protokol COVID-19
Bukan tanpa alasan, ketiga destinasi pariwisata tersebut memang mempunyai benang merah pada aliran Kali Gajah Wong yang melintasi kawasan Kecamatan Umbulharjo.
Ia meyakini, jika mampu terintegrasi, niscaya bakal muncul kekuatan baru untuk mengundang turis.
"Sehingga, orang-orang besok itu bisa naik perahu ya, dari Bendung Lepen, sampai Legawong, ketika kawasannya ini sudah terintegrasi. Kita juga sudah diizinkan BBWSO, meski soal debit airnya harus ditemukan solusi, agar benar-benar memadahi untuk wisata," ucapnya.
Heroe menandaskan, pihaknya sudah mengajukan wacana tersebut pada Pemerintah Daerah (Pemda) DIY sejak tahun 2019 lalu.
Bahkan, Gubernur Sri Sultan Hamengku Buwono X pun sudah memberikan restu untuk mengintegrasikan destinasi wisata di Kali Gajah Wong ini.
"Ya, rencana integrasi sudah disetujui Pak Gubernur, dan rencananya eksekusi tahun ini. Gambar (masterplan) sudah ada, anggarannya juga sudah disetujui. Jadi, tinggal jalan saja sebenarnya," tandas Wakil Wali Kota.
Namun, sangat disayangkan, pandemi Covid-19 membuat keberlangsungan proyek di sektor pariwisata ini menjadi tak menentu nasibnya.
Bagaimana tidak, anggaran Rp 3 miliar yang sudah dialokasikan oleh provinsi akhirnya ditarik kembali untuk penanganan corona.
• Unik, Lemari Makan Gratis Ajak Warga Jogja Berbagi di Tengah Pandemi Covid-19
"Sudah disepakati Rp 3 miliar, untuk menambahkan flying fox, perluasan lahan parkir dan membenahi jalur pedestrian di tepi sungai. Sebenarnya itu sudah dialokasikan, tetapi ditarik kembali karena Covid-19," keluhnya.
"Jadi, kita belum tahu, apakah tahun ini bisa dilanjutkan, atau harus ditunda sampai tahun depan. Sebab, setahu kami, sarana fisik yang bisa lanjut hanya yang bersumber dari DAK (Dana Alokasi Khusus)," imbuh Heroe.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sudah-direstui-gubernur-proyek-integrasi-objek-wisata-di-kali-gajah-wong-terkendala-pandemi.jpg)